Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Jasad Membusuk di Bawah Jembatan Dikerubuti Belatung

Polisi Duga akibat Kecelakaan Tunggal

10 Januari 2019, 11: 48: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI : Jasad korban ditemukan tertimpa motor Kawasaki Ninja.

ILUSTRASI : Jasad korban ditemukan tertimpa motor Kawasaki Ninja. (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Nahas nasib Eko Mukti Wiyono, 22, warga Dusun Tegalrejo, Desa Sukoanyar, Kecamatan Mojo. Kemarin, dia ditemukan tewas di sungai bawah jembatan Jalan Raya Mojo-Tulungagung. Tepatnya di Desa Mondo, Kecamatan Mojo.

Tragisnya, jasad pemuda ini ditemukan sudah tidak bernyawa tertimpa sepeda motor Kawasaki Ninja warna Hijau bernomor polisi AG 2873 JO. Keadaan posisi mayatnya telungkup. Diduga, jenazah Eko sudah berada di sungai yang mengering di bawah jembatan itu selama tiga hari.

TKP: Lokasi penemuan jasad Eko Mukti.

TKP: Lokasi penemuan jasad Eko Mukti. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Kali pertama mayat Eko ditemukan oleh warga yang melintas jalan tersebut pada Rabu (9/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Karena mencium bau tak sedap di sekitar jalan tersebut, warga ini mencoba mencari sumber bau yang tidak sedap itu.

Setelah dicari, ia akhirnya menemukan orang yang tertimpa sepeda motor. “Setelah itu, warga ini meminta tolong warga lain. Mereka kemudian melaporkan penemuannya ke polsek,” ujar Kapolsek Mojo AKP Wahana.

Saat didatangi oleh anggota polsek, jenazah Eko telah membusuk. Bahkan, sudah dikerubuti belatung di sekitar area tubuh dan kepala. Wahana menjelaskan bahwa kejadian tersebut diperkirakan sudah terjadi tiga hari yang lalu. “Diperkirakan Sabtu (5/1) saat malam hari,” imbuhnya.

Dalam proses evakuasi, Wahana mengatakan, pihaknya dibantu oleh tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polres Kediri Kota. Termasuk saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hanya saja, soal motif dari kematian pemuda itu, polisi masih belum dapat memastikan. Wahana menyebut, pihaknya masih mendalami apakah ada unsur tindak kriminalitas atau hanya mengalami kecelakaan.

“Dari ciri luka dan olah TKP, diduga kuat korban mengalami kecelakaan lalu lintas,” ulas perwira Polri ini.

Wahana menambahkan bahwa dugaan awal dari kepolisian, korban meninggal karena kecelakaan tunggal. Indikasinya, ada kemungkinan saat berkendara korban tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya. Sehingga dia terjatuh ke bawah jembatan tersebut.

Dengan jarak curam dari jalan menuju ke bawah jembatan sedalam kurang lebih lima meter, diperkirakan Eko terperosok hingga terjatuh dari jalan. Dia dan kendaraannya terjun ke bawah jembatan.

Saat terperosok jatuh, diperkirakan kepala korban terkena batu yang berada di sungai bawah jembatan. Bahkan, sepeda motor yang ditumpanginya menindih tubuhnya. Karenanya, ditemukan luka di kepala dan tubuhnya yang cukup parah. Ditengarai hal ini yang menyebabkan korban tidak bisa diselamatkan nyawanya.

Dari hasil olah TKP, Wahana menuturkan, ditemukan luka yang cukup parah di kepala. Setelah evakuasi, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kediri untuk dilakukan visum. “Sekitar pukul 13.00 WIB, korban dipulangkan ke rumahnya,” terang Wahana.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia