Selasa, 12 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Butuh Dua Jembatan Tambahan Untuk Ring Road

Pemkot Ingin Pusat Turut Terlibat

10 Januari 2019, 11: 29: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

ROBOH: Jembatan Mrican-Jongbiru yang berada di perbatasan wilayah Kota dan Kabupaten Kediri vital untuk akses penghubung jalur lingkar.

ROBOH: Jembatan Mrican-Jongbiru yang berada di perbatasan wilayah Kota dan Kabupaten Kediri vital untuk akses penghubung jalur lingkar. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA- Keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri untuk segera membangun ring road (jalur lingkar) sepertinya butuh waktu lama. Sebab, jika ingin merealisasikan proyek tersebut, mereka harus menyiapkan dua jembatan tambahan. Yakni Jembatan Ngronggo-Banjarmlati dan Jembatan Mrican-Jongbiru.

Karena itu faktor anggaran bisa menjadi kendalanya. Proyek infrastruktur tersebut dipastikan membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk merealisasikannya. Makanya, pemkot harus melakukan kajian dan perencanaan yang matang untuk menyelesaikan itu semua.

“Sebenarnya proyek ini sudah kita persiapkan lama. Namun belum ada respons, tapi nanti akan kita persiapkan lagi. Sudah mulai tahun lalu kita mempersiapkan ini,” papar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Kendala Proyek Jalur Lingkar Kota

Kendala Proyek Jalur Lingkar Kota (Didin Saputro - radarkediri)

Persiapan itu berupa koordinasi dengan Kabupaten Kediri dan kementerian. Pasalnya, untuk merealisasikan proyek prestisius itu membutuhkan dana yang besar. Selain itu, lokasi untuk pembangunannya juga lintas wilayah. Terutama jembatan Mrican-Jongbiru, yang selama ini secara administratif terletak di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Kediri. Yakni Desa Jabon, Banyakan dan Desa Jongbiru, Gampengrejo.

“Kendalanya memang dalam hal pembebasan lahan, karena itu membutuhkan dana yang besar. Apalagi dalam pembangunan jalur lingkar ini tidak hanya di dalam kota saja, nanti juga masuk wilayah kabupaten,” jelas Abu.

Seperti di daerah Kelurahan Ngronggo dan Banjarmlati yang rencanannya akan dibangun jembatan untuk akses ring road tersebut. Di sana saat ini penduduknya sudah cukup padat. Sehingga untuk melakukan pembebasan lahan tentunya tidak mudah.

Namun demikian, Abu mengatakan, pemkot akan tetap berupaya untuk merealisasikan itu semua. Bagaimana pun caranya, ia berharap, pemerintah pusat bisa ikut andil dalam pengerjaan proyek ini.

“Apalagi kalau kementerian mau membuatkan jembatan seperti di Kabupaten Kediri (Jembatan Wijayakusuma, Ngadiluwih-Mojo). Itu sangat bagus,” imbuhnya.

Mas Abu menyampaikan bahwa jalur lingkar Kota Kediri memang sudah menjadi kebutuhan. Untuk itu, sebelum membangun ring road tersebut hal yang harus disiapkan adalah membangun jembatan sebagai penghubung antara wilayah timur dan barat Sungai Brantas di kawasan pinggir kota. Sebab, selama ini lalu lalang kendaraan di dalam kota yang terus bertambah apabila tidak diantisipasi sejak dini akan menimbulkan kemacetan.

Memang sudah ada Jembatan Brawijaya yang sedikit mengurai kemacetan di sejumlah titik. Kendati begitu, untuk pembangunan jalur lingkar tetap harus membangun jembatan tambahan.

Sementara untuk Jembatan Mrican-Jongbiru, lanjut Mas Abu, pihaknya berusaha untuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Hal ini menyangkut letak jembatan yang berada di luar daerah administratif Kota Kediri.

Untuk diketahui, jika Jembatan Ngronggo-Banjarmlati dan Mrican-Jongbiru terealisasi dan bisa difungsikan, kemacetan di Kota Kediri akan terurai. Terutama, kemacetan di sekitar alun-alun.

Itu karena kendaraan besar tidak lagi masuk kota. Melainkan akan melewati kedua jembatan tersebut. Rutenya menuju wilayah barat sungai. Kemudian langsung ke arah Surabaya atau sebaliknya.

Sebenarnya proyek pembangunan Jembatan Ngronggo-Banjarmlati ini sudah digagas sejak lama. Bahkan, hampir bersamaan dengan proyek pembangunan Jembatan Brawijaya.

Seperti pernah diberitakan di laman resmi Pemkot Kediri, pada 2014 Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri telah menganggarkan dana pembebasan lahan untuk proyek Jembatan Ngronggo sekitar Rp 21,5 miliar.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk membeli belasan petak tanah warga yang terletak di barat Sungai Brantas. Namun seiring berjalannya waktu dipastikan anggaran untuk proyek tersebut bakal semakin tinggi. Apalagi dalam waktu dekat rencana pembangunan jalan tol dan bandara sudah semakin matang.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia