Rabu, 27 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Revisi RTRW Kebutuhan Mendesak

Pemkot Targetkan Selesai Pertengahan Tahun ini

09 Januari 2019, 12: 56: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

PUSAT KERAMAIAN : Perempatan alun-alun Kota Kediri yang selalu dipadati pengendara jalan bisa memiliki dampak besar setelah adanya revisi RTRW (7/1).

PUSAT KERAMAIAN : Perempatan alun-alun Kota Kediri yang selalu dipadati pengendara jalan bisa memiliki dampak besar setelah adanya revisi RTRW (7/1). (Didin Saputro - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA- Adanya pembangunan bandara di Kabupaten Kediri, Pemerintah Kota Kediri akhirnya melakukan revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Saat ini persiapannya telah mencapai 80 persen dan ditargetkan selesai pada Juni mendatang. Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Kediri Edi Darmasto menyebut bahwa pihaknya telah menyusun naskah akademis sejak 2018.

“Jadi di sini ada beberapa perubahan-perubahan, termasuk untuk mengantisipasi exit tol. Ada alternatif pembangunan di daerah Mrican. Intinya harus tidak ada kemacetan di sana dan harus di buka jalan baru,” jelas Edi saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri kemarin (7/1).

Edi menyampaikan bahwa revisi ini dianggap penting bagi pembangunan Kota Kediri. Terlebih adanya rencana pembangunan bandara di wilayah Kabupaten Kediri barat sungai yang semakin matang. Sehingga hal ini membuat pemkot mempersiapkan revisi RTRW tersebut.

Edi menegaskan dari revisi tersebut diharapkan bisa disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada pertengahan 2019. “Targetnya tahun ini harus sudah selesai. Karena itu semakin cepat semakin baik,” tegasnya.

Dari revisi ini, Pemkot harus menyesuaikan dengan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) dan RTRW yang diatur oleh provinsi. Termasuk ketersediaan peta geospasialnya.

Terkait revisi apa saja yang tengah dipersiapkan, yang jelas Edi menjelaskan bahwa banyak perubahan pada revisi kali ini. “Perubahan sebenarnya banyak, apalagi nanti ada bandara. Sehingga kita harus mempersiapkan terkait aksesbilitas ke bandara. Juga akses ke daerah wisata seperti Selomangleng,” tukasnya.

Menurutnya, tantangan yang paling mendesak itu sebenarnya adalah pembangunan ring road. Namun pada revisi RTRW kali ini ada poin-poin penting yang akan dilakukan pembenahan, salah satunya adalah terkait penataan ulang aksesbilitas jalan. Terutama di wilayah kota bagian barat. Hal ini menurutnya karena dampak rencana pembangunan Tol sudetan dari Kertosono dan juga Bandara.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia