Rabu, 22 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Sisir PKL, Amankan Penjual Miras di Warkop

09 Januari 2019, 12: 14: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

PINDAH DULU PAK : Petugas Satpol PP Kota Kediri meminta penjual buah-buahan untuk pindah ke lokasi lain, kemarin.

PINDAH DULU PAK : Petugas Satpol PP Kota Kediri meminta penjual buah-buahan untuk pindah ke lokasi lain, kemarin. (Satpol PP for Jawa Pos Radar Kediri)

Share this          

KEDIRI KOTA– Ketahuan menjual minuman keras tanpa izin edar, warung kopi (warkop) yang berada di area GOR Jayabaya, Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri milik RS, 36, warga, Kecamatan Pesantren, didatangi oleh anggota Satpol PP Kota Kediri, Senin (7/1), sekitar pukul 22.00 WIB.

          Berawal dari aduan masyarakat sekitar yang melaporkan bahwa terdapat warkop yang menjual minuman keras, anggota patroli Satpol PP Kota Kediri datang dan mengecek tempat tersebut. “Koordinasi dengan anggota yang berjaga di Pos GOR Jayabaya,” ujar Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin.

          Saat didatangi ke lokasi oleh anggota, ternyata benar, ada seorang pemuda yang berinisial AF, 20, warga Desa Mojoagung, Prambon, Nganjuk, yang sedang berada di dalam warkop dan diketahui sedang asyik meneguk minuman keras.

          Ketika ditanya, AF juga mengaku bahwa ia membelinya dari warung tersebut. Untuk keterangan lebih lanjut, AF dan penjaga warung dibawa ke Mako Satpol PP Kota Kediri untuk dilakukan pendataan dan dimintai keterangan.

          Sebelum anggota patroli meluncur ke GOR Jayabaya, anggota juga berpatroli di sekitar Taman Brantas, dan Pasar Bandar, dan menemukan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan menggunakan mobil pikap terbuka yang menjualkan buah.

          Akhirnya pedagang mengimbau penjual agar pindah tempat karena mengganggu lalu lintas dari arah Jembatan Brawijaya. “Diperingatkan dan diimbau agar tidak berjualan di sekitar tempat tersebut, karena mengganggu lalu lintas,” terang Nur Khamid.

Setelah itu, sekitar pukul 19.00 WIB anggota juga melaksanakan patroli yustisi ke salah satu tempat kos yang sudah sering melakukan pelanggaran bagi penyewanya.

          Saat diperiksa di lokasi kos yang dimaksud, di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, tidak ditemukan pelanggaran baik dari pelanggaran identitas penyewa maupun pelanggaran asusila.

          Nur Khamid menjelaskan bahwa patroli rutin terus dilakukan dengan pencegahan gangguan ketentraman dan ketertiban umum di wilayah Kota Kediri. “Selain patroli, jika ada aduan masyarakat anggota langsung dikerahkan,” imbuhnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia