Rabu, 27 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Hakim Berhalangan, Sidang Korupsi Taman Hijau Ditunda

Heny Batal Bacakan Eksepsi

09 Januari 2019, 12: 00: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

AGENDA SIDANG KASUS TAMAN HIJAU SLG

AGENDA SIDANG KASUS TAMAN HIJAU SLG (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri.id)

SURABAYA- Salah seorang terdakwa dugaan kasus korupsi Taman Hijau SLG Heny Dwi Hantoro batal membacakan eksepsi. Penyebabnya, rencana sidang lanjutan kasus tersebut kemarin ditunda. Majelis hakim yang akan memimpin sidang berhalangan hadir.

Sudarsono, anggota tim penasehat hukum (PH) Heny mengatakan, salah seorang hakim dikabarkan tengah menjalani kegiatan internal di Pengadilan Negeri Surabaya. Walaupun sebenarnya sudah disiapkan hakim pengganti ternyata masih berhalangan juga.

“Kebetulan yang seharusnya menggantikan hakim tersebut juga sedang berhalangan. Sepertinya sedang sakit,” ujar Sudarsono melalui sambungan telepon seusai penundaan sidang, kemarin siang.

Sebenarnya, dari kubu PH semua sudah siap. Tidak ada yang absen di barisan pembela tersebut. Bahkan menurutnya, klien mereka pun sedang keadaan yang sehat. Siap untuk menjalani persidangan. Demikian pula dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ribut Suprihatin, yang sudah berada di lokasi.

Menurutnya, pihak pengadilan tak memberikan pemberitahuan sebelumnya terkait penundaan. Mereka baru tahu jika sidang ditunda pada beberapa saat menjelang jadwal sidang dimulai.

Walaupun demikian, pihak PH tak mempermasalahkan penundaan tersebut. “Memang karena kondisi yang tidak memungkinkan. Bukan karena kesengajaan,” papar Darsono.

Ia menambahkan bahwa kapan pun waktu penggantinya, tim PH dan kliennya siap mengikuti. Rencananya, sidang pengganti dengan agenda pembacaan eksepsi tersebut akan berlangsung Selasa (15/1) depan.

Terkait keyakinan tim PH, Darsono menjawab mantap. “Kami siap kapan pun persidangannya. Kami juga tetap yakin bahwa eksepsi kami akan dikabulkan majelis hakim,” tegas PH yang juga berkantor di Mrican, Mojoroto, Kota Kediri tersebut.

Berdasar keterangan Darsono, penundaan sidang juga terjadi di kasus lain. Seperti persidangan kasus dugaan korupsi yang melibatkan anggota DPRD Kota Malang pun mengalami hal serupa.

Ketika dikonfirmasi JPU Ribut Suprihatin membenarkan soal penundaan sidang kemarin. Senada dengan pihak PH Heny, JPU juga menyampaikan bahwa hakim ada kegiatan di PN Surabaya. Pihak JPU pun memaklumi kondisi itu.

“Tidak ada masalah (dengan penundaan persidangan),” aku Ribut dengan singkat kepada koran ini melalui pesan singkat WhatsApp kemarin siang.

Terkait anggapan PH yang menilai dakwaan disusun dengan cermat sehingga terkesan kabur, Ribut enggan mengomentarinya lebih jauh. “Maaf, belum bisa ditanggapi karena belum dibacakan eksepsinya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pihak PH mengajukan eksepsi karena menilai ada ketidakcermatan perhitungan dalam dakwaan. Antara lain perhitungan selisih volume lapangan, selisih harga satuan, dan selisih pekerjaan tidak terpasang. Terutama dalam poin perhitungan kerugian negara. Tim PH menegaskan bahwa dalam eksepsi tersebut penekanan pihaknya adalah terkait angka-angka yang didakwakan itu.

Lebih lanjut, ada dua terdakwa lainnya dalam kasus dugaan korupsi taman hijau SLG tersebut. Yaitu Didi Eko Tjahyono dan Joko Prayitno. Berbeda dengan Heny, keduanya menerima dakwaan JPU. Mereka akan menjalani sidang pemeriksaan saksi pada Kamis (17/1) mendatang.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia