Rabu, 11 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Pembangunan Gedung PN Kediri Capai 90 persen

Pertahankan Nilai Sejarah

08 Januari 2019, 12: 44: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

TERTUTUP SENG : Pengendara melewati gedung PN Kediri yang tertutup seng setelah melalui proses renovasi, kemarin.

TERTUTUP SENG : Pengendara melewati gedung PN Kediri yang tertutup seng setelah melalui proses renovasi, kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          


KEDIRI KOTA- Pembangunan gedung Pengadilan Negeri (PN) Kediri telah mencapai 90 persen. Ditargetkan pada 2019 ini gedung yang ada di Jalan Jaksa Agung Suprapto tesebut sudah bisa ditempati.

Humas PN Kediri Silfi Yanti Zulfia menyampaikan bahwa gedung di Jalan Jaksa Agung Suprapto tersebut merupakan gedung PN lama yang direnovasi. Sejak masa renovasi itulah, PN Kediri menempati gedung baru PN di Jl Dr Saharjo.

“Rencananya memang kita akan kembali lagi ke gedung lama depan Lapas. Tahap pembangunannya sudah 90 persen dan hampir selesai,” kata Silfi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri.

Namun Silfi menyebut bahwa pemindahannya nanti secara bertahap. Pasalnya, banyak berkas di pengadilan yang harus ditata. Dan itu membutuhkan waktu yang tidak singkat. Untuk target selesai pembangunannya, Silfi belum bisa memastikan. Yang jelas dia berharap gedung yang berada di Kelurahan Mojoroto itu segera bisa ditempati.

“Tinggal tahap akhir dan hampir selesai. Harapannya tahun ini bisa pindah,” ujarnya.

Jika benar-benar telah pindah, bagaimana gedung PN di Jl Dr Saharjo? Silvi menyebut bahwa gedung di sana akan digunakan sebagai gedung Pengadilan Agama Kota Kediri.

Pasalnya, gedung pengadilan agama saat ini yang ada di Kelurahan Ngronggo dinilai kurang luas. Padahal jadwal di pengadilan tersebut bisa dibilang cukup padat. “Cuma kembali lagi dengan pendanaan pusat untuk selesainya pembangunan. Yang jelas di gedung baru tersebut lebih luas dari saat ini. Konsepnya juga mengikuti prototype dari Mahkamah Agung,” jelas Silvi.

Gedung PN Kota Kediri yang ada di depan Lapas Klas IIA itu memang telah disesuaikan dengan prototype. Yaitu tercukupinya jumlah ruang sidang, ruang kerja hakim, ruang kerja lingkungan kepaniteraan dan kesekretariatan.

Juga adanya ruang tunggu sidang, ruang informasi, ruang pelayanan, ruang sidang dan ruang tunggu anak, ruang tahanan pria dan wanita yang memadai. “Terkait desain, kami mengikuti anjuran MA. Yang jelas untuk PTSP tetap ada di depan. dan memang lebih terkonsep dan tertata,” imbuhnya.

Tak ketinggalan, bangunan yang dulunya merupakan peninggalan belanda itu nantinya akan tetap dipertahankan. Karena menurutnya gedung tersebut sebagai salah satu peninggalan cagar budaya yang harus tetap ada dan tidak akan dibongkar.

Gedung di Jl Jaksa Agung tersebut memang cukup strategis. Pasalnya gedung baru nantinya juga dalam satu kompleks dengan Lapas Klas IIA Kediri dan juga Kejaksaan Negeri Kediri. Sehingga akan mempermudah aksesbilitas dalam hal persidangan narapidana. “Kami berharap semakin meningkatkan pelayanan. Meski sebenarnya di sini juga sudah bagus dalam hal pelayanannya,” tukasnya.

Sementara disinggung pendirian shelter anak di Kota Kediri, Silfi menyampaikan bahwa pihak PN telah berkoordinasi dengan Pemkot. “Setelah kita usulkan, kami sepakat bahwa di Kota Kediri ini akan kami buat shelter. Kebetulan dari pihak pemkot juga sudah ada bayangan. Tapi mungkin sebelumnya kita akan melakukan studi banding terlebih dahulu,” ujarnya.

Silfi mengharap dengan adanya shelter ini, bisa membuat anak yang menjalani kasus pidana masih memiliki masa depan. Dia menjelaskan bahwa anak terkadang jika melakukan tindak pidana setelah diproses, mereka tidak bisa melanjutkan sekolah.

“Bagaimana cara kita agar masa depan anak ini tidak hancur. Dan tetap bisa melanjutkan sekolah. Kalau kita jatuhkan mereka ke penjara, itu adalah alternatif terakhir,” imbuhnya.

Terlebih apabila korban sudah memaafkan, menurutnya lebih baik mereka anak-anak yang melanggar pidana dibawa ke lembaga pembinaan untuk melakukan aktivitas latihan kerja. Sehingga selama mereka dipidana juga mendapat ilmu. Jadi di sini menurutnya pemerintah juga harus peduli. Apalagi Kota Kediri memiliki predikat sebagai Kota Layak Anak.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia