Rabu, 11 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Harga Daging Ayam Ras Turun

Pedagang Keluhkan Pasar Sepi, Daya Beli Susut

05 Januari 2019, 11: 15: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

caption: TRANSAKSI: Nugroho Agung melayani konsumen yang membeli daging ayam di lapaknya, Pasar Setonobetek, Kota Kediri. Meski harga komoditas ini turun, pembeli masih sepi.

caption: TRANSAKSI: Nugroho Agung melayani konsumen yang membeli daging ayam di lapaknya, Pasar Setonobetek, Kota Kediri. Meski harga komoditas ini turun, pembeli masih sepi.

Share this          

KEDIRI KOTA- Usai tahun baru, harga daging ayam ras mengalami penurunan. Kemarin harga jualnya senilai Rp 33 ribu per kilogram (kg). Sebelumnya masih sekitar Rp 35 ribu hingga Rp 36 ribu. Walaupun begitu, sejak empat hari lalu (1/1), bahan pangan ini justru mengalami penurunan terhadap daya beli konsumen.

“Turun harga ayam, padahal tahun sebelumnya setelah pergantian tahun justru Rp 40 ribu sekilonya,” ungkap Nugroho Agung Setiawan, pedagang daging ayam ras Pasar Setonobetek.

Menurutnya, perubahan harga berlaku sejak awal tahun per 1 Januari. Namun, Agung mengaku, tidak mengetahui penyebabnya. Sejak dari pemasok, harga daging ayam ras ini sudah turun. Dari sisi pasokan, dijelaskannya, masih tersedia cukup banyak. Namun tidak seimbang dengan daya beli konsumen yang susut.

“Tetap ada yang beli, hanya tidak seperti biasanya. Coba sampeyan lihat, di tasku masih ada daging ayam yang belum tak keluarkan,” imbuhnya pada Jawa Pos Radar Kediri.

Sama halnya dengan Agung, Taufik Taufan Akbar yang juga berdagang daging ayam ras di lokasi yang sama, pun mengakui demikian. “Daging ayam turun harga, tapi masih tergolong mahal. Karena masih di atas Rp 30 ribu per kilogramnya,” katanya.

Ia juga mengeluhkan bila pasar daging ayam sedang sepi. Wajar bila sore stok yang dipajang masih banyak. “Saya juga nggak tahu, kenapa pas turun harga daya beli ikut turun,” tambah laki-laki 25 tahun ini.

Penurunan harga sebesar Rp 3 ribu per kilogram dirasa cukup besar. Namun tidak seimbang dengan permintaan komoditas tersebut. Mayoritas tidak membeli daging ayamnya, justru jeroan, kepala atau ceker yang dipilih konsumen.

Taufik berharap, konsumen bisa memanfaatkan momen saat harga daging ayam tidak setinggi tahun lalu. Harga memang berbalik arah dari sebulan sebelumnya, pasalnya komoditas ini sempat naik 5,34 persen.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat, komoditas daging ayam menduduki peringkat dua teratas setelah telur ayam ras penyumbang inflasi Desember 2018. “TPID harus mewaspadai ketersediaan bahan makanan di Kota Kediri, karena akan berdampak pada harga jualnya,” jelas Ellyn T. Brahmana, kepala BPS Kota Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia