Rabu, 11 Dec 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Kuliner Khas Warga Pegunungan (5/Habis)

Rasa Nano-Nano dalam Oseng-Oseng Podang

05 Januari 2019, 10: 59: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

SEGAR, NIKMAT: Masakan oseng-oseng podang hanya ada di daerah Lereng Wilis. Menjadi menu rumahan yang jarang ada di warung-warung.

SEGAR, NIKMAT: Masakan oseng-oseng podang hanya ada di daerah Lereng Wilis. Menjadi menu rumahan yang jarang ada di warung-warung. (Ramona Valentin - radarkediri.id)

Share this          

Di balik manis dan segarnya mangga podang, terselip satu resep khas dari warga Lereng Wilis. Namanya oseng-oseng mangga podang. Menu masakan yang dijamin membuat lidah para pemburu kuliner bakal bergoyang.

Berbicara tentang mangga podang, buah ini memang khas Kediri. Banyak ditanam di lereng Wilis. Menjadi tanaman utama masyarakat daerah ini. Sekaligus menjadi penghasilan utama warga.

Selama ini mangga podang dijual dalam bentuk buah yang sudah matang. Dikupas, disayat daging buahnya. Kemudian dimakan langsung dalam kondisi segar. Dan, tidak banyak yang tahu bila ternyata manggap podang juga bisa dijadikan menu masakan. Salah satunya adalah oseng-oseng podang. Semacam masakan dengan cara ditumis.

“Ini (mangga podang, Red) bisa dimasak. Coba saja. Tapi kalau cari yang jual saya belum pernah tahu. Ini (masakan) rumahan saja,” terang Wagiyem, seorang warga Desa Banyakan, Banyakan, Kabupaten Kediri.

Bercaping, topi kerucut berbahan bambu yang biasa digunakan petani, perempuan ini menjelaskan panjang lebar tentang oseng-oseng podang. Sebelumnya, dia lebih dulu mengatakan bahwa mangga podang tak hanya bisa dimakan langsung setelah matang saja. Seperti untuk bahan rujak pedas, tambahan rujak uleg, hingga dioseng-oseng.

Khusus untuk oseng-oseng podang, akan terasa lebih nikmat bila temannya bukan berupa nasi. Melainkan dimakan dengan lontong. Masakan dari beras yang berbentuk bulat panjang itu kemudian diiris tipis. Dicampur dengan irisan cabai merah dan hijau. Membuat aromanya kian wangi.

“Memang mirip sama oseng-oseng kates. Kalau ini tanpa kecap sudah manis dari buahnya,” terang wanita yang khusus memasak oseng-oseng podang untuk Jawa Pos Radar Kediri.

Ia menambahkan bila dalam memasak tidak perlu lama-lama. Karena tekstur mangga podang yang cenderung  lunak. Selain itu, biasanya yang dipilih adalah yang masih mengkal atau setengah masak. Agar lebih mudah diiris tipis memanjang.  “Pakai yang sudah matang juga boleh, untuk perpaduan saja,” kata perempuan 60 tahun ini.

Agar mendapatkan satu kuali ukuran kecil dibutuhkan satu kilogram mangga podang. Atau sekitar lima buah mangga podang. Ketika dimasak, buah podangnya akan menyusut. Itu yang membuat hasil akhirnya terlihat sedikit.

Bumbunya? “Sama saja seperti bumbu oseng-oseng lainnya. Bawang, brambang,lombok , uyah,” urainya.

Rasanya? Jangan diragukan. Cita rasa mangga yang asam dan manis berpadu dengan rasa bumbu yang gurih dan pedas. Jadinya, masakan yang punya rasa asam, manis, gurih, sekaligus pedas. Istilahnya berasa nano-nano, meminjam istilah rasa campuran dari salah satu produk permen.

Hanya, Wagiyem menjelaskan, oseng-oseng podang tak bisa tahan lama. Karena struktur mangga yang mudah berlendir saat kondisi masakan sudah dingin. Karena itu harus segera dinikmati saat hangat. Baik untuk teman nasi atau lontong.

Wagiyem menganggap masakan ini adalah masakan rumahan biasa. Apalagi bagi penduduk pedesaan yang memiliki potensi tanaman berbuah seperti mangga podang. “Di tangan orang desa apa saja bisa dimasak,” ucapnya.

Masakan tumis ini diakuinya sudah ada sejak Wagiyem masih kecil. Mulai dari oseng-oseng buah pepaya, oseng-oseng buah mangga podang, bahkan olahan minuman es rujak yang juga terbuat dari mangga muda.

Bila dibandingkan dengan oseng-oseng buah mangga jenis lainnya, cita rasa yang muncul akan berbeda. Struktur podang yang lunak membuatnya lebih mudah dikunyah.

“Di sini juga penghasil mangga podang. Di sekitar daerah (Desa) Parang sana banyak. Daerah (Dusun) Ngesong juga lumayan,” ceritanya. Karena itu, warga tidak kesulitan mendapatkan  mangga podang untuk dijadikan menu makanan seperti oseng-oseng maupun minuman rujak. Tahu, tempe, atau bahkan pete bisa ditambahkan agar semakin nikmat.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia