Jumat, 18 Jan 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Mengukuhkan Kediri sebagai Kota Budaya

Jaga Kelestarian, Pemkot Bentuk Tim PPKD

05 Januari 2019, 10: 40: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

WARISAN BUDAYA: Gereja Merah menjadi salah satu cagar budaya yang dimiliki oleh Kota Kediri. Pemkot akan terus menambah kekayaan budaya dengan mengajukan beberapa lokasi lagi sebagai cagar budaya.

WARISAN BUDAYA: Gereja Merah menjadi salah satu cagar budaya yang dimiliki oleh Kota Kediri. Pemkot akan terus menambah kekayaan budaya dengan mengajukan beberapa lokasi lagi sebagai cagar budaya. (Didin Saputro - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA- Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri membentuk tim Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).  Tim ini dianggap penting untuk merealisasikan program kebudayaan di Kota Kediri. Sebagai upaya menjaga kelestarian kebudayaan.

“Tim tersebut terdiri dari budayawan, penggiat sejarah, juga akademisi. Berperan penting untuk pendataan dan menentukan potensi kebudayaan di Kota Kediri,” jelas Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disbudparpora Endah Setyowati.

Endah mengatakan sudah ada sejumlah aset kebudayaan di Kota Kediri. Selain berupa bangunan cagar budaya, juga tarian tradisional, permainan, lagu, dan juga makanan khas. "Namun dalam pendataan, kalau bisa tidak boleh sama dengan daerah lain. Seperti budaya cerita panji, pencak dor, atau makanan khas asli Kota Kediri sebagai warisan budaya lokal asli Kediri," jelasnya.

Selama ini kebudayaan yang telah diakui sebagai cagar budaya masih dalam bentuk bangunan. Seperti Gereja Merah sebagai Cagar Budaya Provinsi. Sedangkan cagar budaya kota di antaranya Klenteng Tjoe Hwie Kiong, makam Aulia Syeh Wasil sekaligus Situs Setono Gedong, dan Kawasan Gua Selomangleng. Untuk Jembatan Lama masih dalam proses pengusulan. Hal yang telah dilakukan pemkot adalah menjaga bangunan bersejerah yang ada.

“Semoga ke depan pemkot juga bisa membuat aturan terkait pelestarian bangunan bersejarah yang ada,” jelasnya.

Sementara, pemkot diharapkan serius memperhatikan PPKD ini. Sebab, sebagai kota yang kaya sejarah dan budaya, Kediri berkesempatan meraih predikat kota dengan basis kebudayaan.

“Kediri merupakan salah satu wilayah tua di Pulau Jawa. Merupakan salah satu titik awal peradaban,” kata Kasi Program dan Evaluasi Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Iqbal.

Menurutnya, Kota Kediri telah memiliki pegangan. Di mana Kerajaan Kadiri yang sangat terkenal bisa menjadi satu nilai tambah. Juga pada era pergerakan kolonial Belanda. Saat itu Kediri juga menjadi salah satu kota penting di Pulau jawa. Karena ditopang oleh aliran Sungai Brantas sebagai peradaban lalu lintas perdagangan di kota tersebut.

“Ini harus diangkat, karena di Kediri ini bukti sejarahnya sangat kuat dan tidak kalah dengan sejarah-sejarah di kota lain bahkan luar negeri,” tegasnya.

Tak hanya itu sejak zaman dahulu Kediri ini memiliki akulturasi budaya yang bisa berjalan dengan baik. Sangat jarang ada konflik masyarakat di kota ini. Bahkan dalam menjaga kearifan lokal yang ada.

Iqbal pun memberikan pesan agar budaya damai di kota tahu ini bisa terjaga dengan baik. Termasuk menjaga budaya baik itu benda, bangunan maupun kesenian yang ada agar tetap lestari. “Memang pemerintah Kota Kediri harus bisa menggandeng penggiat budaya dan komunitas kesejarahan tersebut. Itu sangat baik dan penting dilakukan demi menyosialisasikan pentingnya sejarah dan budata disuatu kota,” jelas Iqbal.

Termasuk bagaimana Pemkot bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air bagi anak muda yang ada. Pemda harus berkaca pada UU Nomor 11 2010 dan UU No 5 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Salah satu indikasinya adalah pemda harus membuat PPKD, agar kementerian bisa melihat kinerja dan data dari pemda. “Di sini kembali lagi ke kemauan pemdanya, mau apa tidak untuk melestarikan kebudayaan yang ada,” tandasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia