Jumat, 18 Jan 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Nyambi Jadi PSK, ART Mesum di Kebun Tebu

Lari Telanjang saat Satpol Datang

04 Januari 2019, 15: 17: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

Nyambi Jadi PSK, ART Mesum di Kebun Tebu

KEDIRI KOTA – Maksud hati ingin punya pekerjaan ganda. Namun, yang dilakukan S, 50, ini sungguh keterlaluan. Sebab, pekerjaan yang dilakukan selain sebagai asisten rumah tangga (ART) adalah menjajakan diri alias menjadi PSK. Tak pelak, dia pun jadi santapan razia yang digelar Satpol PP. Ironisnya, S tertangkap saat menjajakan cintanya kepada H, 43, warga Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, di perkebunan tebu.

Penangkapan terhadap wanita warga Pare, Kabupaten Kediri itu terjadi pada Rabu (2/3) malam. Saat itu anggota Satpol PP tengah melakukan patroli di Jalan Pajang, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota Kediri. Mereka curiga melihat ada sepeda motor yang terparkir di tepi jalan dekat persawahan. Namun tidak ada orang di sekitarnya. “Anggota langsung menelusuri ke dalam area persawahan,” ujar Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Setelah ditelusuri, anggota menemukan pasangan laki-laki dan perempuan yang sedang melakukan hubungan suami istri. Saat tepergok keduanya mencoba kabur ke arah utara  dengan berlari.

Ironisnya lagi, saat berlari H dalam keadaan telanjang dan S hanya mengenakan baju bagian atas. Namun dengan sigap, anggota satpol PP dapat mengejar dan menangkap keduanya. “Mungkin keduanya kaget dan belum sempat menutupi baju mereka saat melihat ada anggota,” imbuh Nur Khamid.

Saat dimintai keterangan, ternyata meski S beralamat di KTP di Kecamatan Pare, ia kesehariannya tinggal di salah satu kos di Semampir. Dia juga mengaku ketika malam hari mangkal di tempat tersebut.

Dari keterangan lain,ia sudah lama menjanda dan memerlukan uang untuk menghidupi keluarganya. Sebelumnya juga pernah bekerja di Kalimantan, dan memutuskan kembali ke Kediri. “Katanya untuk anaknya yang mau wisuda,” ungkap Nur Khamid.

Menurut pengakuannya, S baru menjajakan dirinya sekitar lima bulan yang lalu karena sudah tidak tahu lagi harus bekerja sebagai apa. Dengan tarif sebanyak Rp 30ribu-Rp 50ribu sekali main, ia merasa itupun juga belum cukup jika ditambahkan dengan gajinya sebagai ART yang Rp 800 ribu per bulan.

Pihak Satpol PP Kota Kediri langsung berkoordinasi dengan kantor rehabilitasi sosial bina karya wanita Kediri. Untuk mendata dan berusaha mencarikan solusi terhadap S agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia