Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Ngaku Wartawan, Peras Kepala SMPN

Dibekuk Polisi setelah Terima Uang Rp 3 Juta

04 Januari 2019, 14: 39: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

TERTANGKAP TANGAN: Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton merilis kasus pemerasan Cassandi (bertutup wajah) yang mengaku wartawan di mapolres, Kelurahan/Kecamatan Pare, kemarin.

TERTANGKAP TANGAN: Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton merilis kasus pemerasan Cassandi (bertutup wajah) yang mengaku wartawan di mapolres, Kelurahan/Kecamatan Pare, kemarin. (Habibah Muktiara)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN– Mengaku wartawan lantas memeras, Cassandi, 28, diamankan polisi. Pemuda asal Dusun Kampungbaru, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem ini memperdayai Kepala SMP Negeri 1 Ringinrejo Heri Susanto, 48. Selain menahan Andi, Satreskrim Polres Kediri menyita uang Rp 3 juta beserta kuitansi dan satu gawai merek Sony.

Informasi Jawa Pos Radar Kediri menyebut, kejadiannya berawal pada 26 Desember 2018. Siang itu, sekitar pukul 12.00 WIB, Heri mendapat pesan Whatsapp di gawainya dari nomor 082138239322. Pemilik nomor itu ternyata Cassandi. Ia mengaku sebagai wartawan harian pagi pojok kiri.

Kepada kepala sekolah (kasek) asal Dusun Jagalan, Desa Kanigoro, Kecamatan Kras tersebut, Andi menyampaikan pesan bahwa ada murid SMPN 1 Ringinrejo yang telah bertindak asusila. Namun tak dijelaskan secara rinci.

Agar berita tersebut tidak dipublikasikan, ia meminta Heri membayar. “Dalam pesan yang diterima korban, tersangka mengancam agar mengirimkan uang tutup mulut,” jelas Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton.

Andi mematok Rp 3 juta. Tetapi Heri meminta keringanan. Semula ditawari Rp 500 ribu namun ditolak. Kasek ini lantas berkoordinasi dengan wakasek dan bendahara sekolah. Akhirnya disepakati memberikan Rp 3 juta. 

Uang dijanjikan diberikan pada 29 Desember 2018. Saat itulah, sekitar pukul 09.00 WIB Andi mendatangi sekolah. Di ruangan kasek, Heri memberikan uang itu berikut selembar kuitansi. Setelah mendapatkan keinginannya, Andi pun pergi.

Namun baru berada di halaman sekolah, polisi menangkapnya. Ternyata sebelumnya, pihak SMPN 1 Ringinrejo telah menghubungi kepolisian. Ketika diamankan, dari tangan tersangka, polisi mengamankan uang Rp 3 juta beserta kuitansi dan satu gawai merek Sony.

“Akibat perbuatannya, tersangka telah melanggar pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara,” terang Roni.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia