Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Jembatan Besi Pertama di Jawa Itu Makin Aman

Peresmian Bareng Ultah Ke-150 ‘Groote Postweg’

04 Januari 2019, 14: 11: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

jembatan lama kediri

LENGANG: Pengendara melintas di Jembatan Lama. Jembatan ini hanya boleh dilewati pejalan kaki, roda dua dan tiga saja. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Dulu, Jembatan lama nyaris selalu jadi bahan pergunjingan warga kota. Sebab, jembatan yang dibangun pada masa kolonial itu dikhawatirkan mengalami penurunan daya tahan. Dan itu bisa berpengaruh pada safety jembatan yang terus difungsikan normal hingga saat ini.

Namun, kini ketakutan terhadap kondisi jembatan yang membentang menghubungkan wilayah timur dan barat Sungai Brantas itu mulai sirna. Sebab, beban yang mengancam jembatan ini sudah berkurang. Menyusul mulai dibukanya Jembatan Brawijaya untuk umum sejak beberapa waktu lalu.

Kini, jembatan yang berusia 149 tahun tersebut memang tak sepadat seperti sebelumnya. Yang melintas hanyalah kendaraan roda dua dan tiga. Sementara kendaraan roda empat atau lebih harus melewati Jembatan Brawijaya yang berada persis di sisi utaranya.

Apakah rekayasa jalur di dua jembatan itu tetap seperti sekarang? Menurut Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, jalur tersebut masih sebatas uji coba. Tidak menutup kemungkinan pemkot akan mengubah lajur lalu lintas yang sejak 24 Desember 2018 diberlakukan.

“Jembatan Brawijaya ini belum ada peresmian. Menunggu waktu satu hingga tiga bulan untuk dievaluasi dishub,” kata Mas Abu, panggilan akrab sang wali kota.

Nah baru setelah uji coba tersebut jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kota dan Mojoroto tersebut bakal diresmikan. Peresmiannya rencananya Maret. Tepat seperti tanggal pembangunan Jembatan Lama.

“Nanti insya Allah peresmiannya kita barengkan dengan ulang tahun yang ke-150 Jembatan Lama,” ujarnya.

Mas Abu menyebut bahwa Jembatan Lama merupakan salah satu ikon kebanggaan Kota Kediri. Hal ini karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. Sehingga harus dijaga kelestariannya. Dalam waktu dekat Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) pun akan mendaftarkan Jembatan Lama sebagai situs cagar budaya Nasional.

Jembatan Lama dibangun sejak era penjajahan Belanda. Yakni pada 18 Maret 1869. Dahulu satu-satunya jembatan akses penghubung Surabaya-Madiun tersebut dinamakan ‘groote postweg’ atau istilahnya jalan raya. Jembatan yang dibangun Sytze Westerbaan Muurling ini menggunakan konstruksi besi. Dan dibangun di atas tiang sekrup yang dipasang di dalam sungai. Dan merupakan jembatan besi pertama di Jawa.

Dari pantauan, kemarin Jembatan Lama terlihat lebih indah. Pasalnya hanya beberapa kendaraan yang melintas. Termasuk warga yang mengendarai sepeda angin juga pejalan kaki pun tampak leluasa berjalan melalui.

Rizal Alamsyah, warga yang melintas pun menyampaikan bahwa suasana seperti inilah yang diinginkannya. Dia berharap Jembatan Lama tetap lestari dan terjaga tetap kukuh.

“Jembatannya jadi aman karena tidak ada mobil yang melintas. Kalau ada becak dan sepeda jadi seperti zaman dulu,” ujar pria asal Bandarlor itu.

Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Ayub Wahyu Hidayatullah mengatakan bahwa terkait perawatan Jembatan Lama pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Termasuk pembahasan tambal sulam aspal yang ada. Karena selama ini jembatan lama juga kerap berlubang dan cukup membahayakan bagi pengendara yang melintas.

“Saya akan usulkan bulan ini dibahas bersama DPRD. Kami akan prioritaskan perawatan Jembatan Lama,” ujarnya.

Terkait pemeliharaan, Ayub menyarankan pihak PU untuk memperbaiki bagian-bagian jembatan dengan bahan yang sesuai. Selain itu juga perlu sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya pembuangan puntung rokok di atas Jembatan Lama agar peristiwa seringnya kebakaran di jembatan tersebut tidak terulang lagi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia