Minggu, 19 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Bongkar Sindikat Pencurian Spesialis Ranmor di Sawah

Berawal dari Motor Tanpa Nopol

04 Januari 2019, 14: 04: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

BIAR JERA: Kapolres Roni Faisal Saiful Faton memamerkan sindikat pencuri ranmor yang berhasil dibongkar satreskrim Polres Kediri, kemarin.

BIAR JERA: Kapolres Roni Faisal Saiful Faton memamerkan sindikat pencuri ranmor yang berhasil dibongkar satreskrim Polres Kediri, kemarin. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Kini Andri Widodo, 25, tak bisa tidur nyenyak di rumahnya. Juga tak bisa mengulang tabiat buruk selama ini. Yaitu suka mengembat kendaraan bermotor (ranmor) milik warga yang terparkir di tepi persawahan. Sebab, warga Dusun Bulurejo, Desa Sumberejo, Kandat ini sudah terciduk penegak hukum.

Tak hanya Andri, polisi juga menangkap tiga penadah motor curiannya. Satu penadah bahkan beralamat di Kabupaten Blitar. Yaitu Kristo Porus, 23, warga Dusun Bendorejo, Desa Gembongan, Pojok. Sedangkan dua penadah lainnya warga Kabupaten Kediri. Keduanya adalah Wiyono, 57, warga Desa Nambaan, Ringinrejo dan Nur Iman,55,warga Dusun Tamanan, Desa Nambaan, Ringinrejo. Selain itu, polisi juga mengamankan tiga barang bukti (BB) berupa motor.

“Semula kejadian ini ditangani oleh Polsek Kandat. Kemudian dilimpahkan ke Polres Kediri,” ungkap Kasatreskrim AKP Hanif Fatih Wicaksono.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, semula terdapat tiga warga yang melaporkan kehilangan motor. Kejadian tidak hanya berlangsung dalam satu hari. Pencurian itu terjadi secara bergantian. Modus operasinya, Andri hanya menyasar motor yang sedang terparkir di area persawahan. “Tersangka tidak menggunakan alat dalam melakukan aksinya. Karena kunci sepeda motor sedang berada di motor,” imbuhnya.

Petugas yang saat itu mendapatkan laporan langsung melakukan penyelidikan. Salah satu hasil penyelidikannya adalah petugas mendapatkan informasi ada satu sepeda motor yang dikendarai tanpa ada nomor polisi dan tak dilengkapi STNK. Setelah dilakuka proses interogasi, motor itu dibeli pemiliknya dengan harga murah.

“Penadah seharusnya tahu bahwa motor yang dia beli merupakan motor curian. Tidak hanya karena harga murah tapi tidak dilengkapi surat-surat,” ungkap Hanif.

Setelah berhasil mengamankan satu penadah sepeda motor, petugas mendalami keterangan dari Kristo, penadah yang tertangkap. Dari hasil keterangan yang diberikan, menjadi acuan untuk menangkap Andri.

Untuk menangkap Andri, petugas tidak membutuhkan waktu yang lama. Kepada awak media, Hanif menjelaskan telah mengamankan tersangka di rumahnya. Tidak hanya itu saja, setelah diamankan, Andri mengaku telah melakukan pencurian tiga kali. Kemudian sepeda motor tersebut dijual kembali. “Satu unit sepeda motor dijual dengan harga Rp 300 hingga Rp 800 ribu,” imbuhnya.

Penyelidikan terus berlanjut. Yang mengarah ke Wiyono dan Nur Imam dua orang penadah. Keduanya juga ikut diamankan di Polres Kediri. Akibat perbuatannya, keempatnya dianggap telah melanggar pasal 362 KUHP. Dengan hukuman maksimal penjara selama 5 tahun.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia