Jumat, 18 Jan 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Naik 3 Persen selama Nataru

KA Brantas Masih Ekonomi Komersial

03 Januari 2019, 11: 20: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

MENUNGGU: Calon penumpang kereta api menunggu kedatangan kereta di Stasiun Besar Kediri kemarin. Selama libur Nataru kali ini, jumlah penumpang di stasiun ini meningkat hingga 3 persen.

MENUNGGU: Calon penumpang kereta api menunggu kedatangan kereta di Stasiun Besar Kediri kemarin. Selama libur Nataru kali ini, jumlah penumpang di stasiun ini meningkat hingga 3 persen. (Didin Saputro - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA- Lonjakan penumpang terjadi di Stasiun Besar Kediri sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu. Jumlah penumpang mengalami peningkatan signifikan bila dibandingkan liburan yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan jumlah penumpang, baik yang turun maupun naik itu mencapai 3 persen.

Berdasarkan data dari PT KA Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, dalam rentang waktu 13 hari tersebut tercatat 26.662 penumpang berangkat dari Stasiun Kediri. Sedangkan jumlah penumpang yang turun mencapai 26.776.

“Kami pantau penumpang selama Nataru mulai tanggal 20 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019. Dari hasil pantauan menunjukkan peningkatan volume penumpang,” kata Vice President (VP) Daop 7 Madiun Heri Siswanto.

Heri menyampaikan bahwa jika diambil rata-rata dalam sehari, penumpang yang naik dan turun di Stasiun Besar Kediri sekitar 4.111 penumpang. Data tersebut termasuk penumpang KA lokal. “Angka tersebut menunjukan antara penumpang datang dan berangkat masih cukup tinggi,” jelas Heri saat melakukan inspeksi ke Stasiun Besar Kediri kemarin (2/1).

Dalam inspeksi tersebut, Daop 7 meninjau tingkat pelayanan di Stasiun Besar Kediri. Khususnya seiring dengan meningkatnya volume penumpang. Dia menjelaskan bahwa inspeksi kali ini lebih mengarah ke pemeriksaan layanan pelanggan. Termasuk melakukan peninjauan loket baru di stasiun yang baru-baru ini usai direnovasi.  

“Jumlah bilik toilet yang perlu ditambah. Dan akses masuk atau keluar stasiun yang terkendala dengan jalan yang menyempit perlu kami benahi,” imbuhnya.

Heri mengaku pentingnya ada rekayasa lalu lintas. Nantinya akan dikomunikasikan dengan instansi terkait. “Harapan kami di tahun 2019 ini, seiring dengan tingginya orang melakukan transportasi dengan kereta api, kami terus melakukan inovasi. Agar layanan yang kami berikan sesuai dengan harapan pelanggan,” terang Heri.

Selanjutnya Heri menginstruksikan ke seluruh jajarannya agar berperan aktif dalam pengawasan. Termasuk para kepala stasiun selaku koordinator di wilayahnya. Mereka harus intens dalam masalah pembinaan dan kepedulian terhadap semua kegitan pelayanan pelanggan.

Terkait kepedulian dan pelayanan, Heri juga menjelaskan bahwa rencana pencabutan subsidi untuk sejumlah kereta masih ditunda. Salah satunya KA Brantas yang menjadi KA kelas ekonomi komersial.

“Artinya KA Brantas masih tetap bersubsidi,” tegas Heri.

Untuk diketahui seiring dengan berlakunya subsidi tersebut, terdapat pengalihan lima KA ekonomi berstatus public service obligation (PSO) menjadi KA ekonomi non-PSO. Namun, PT KA masih menjamin peralihan status itu tidak berdampak kepada tarif yang berlaku saat ini.

Seperti tarif KA Gaya Baru Malam Selatan lintas Surabaya Gubeng – Pasar Senen tidak ada kenaikan. Demikian juga untuk 4 KA ekonomi lainnya, yaitu KA Logawa lintas Purwokerto - Jember, KA Brantas lintas Blitar - Pasar Senen, KA Pasundan lintas Surabaya Gubeng - Kiaracondong Bandung, KA dan KA Matarmaja lintas Malang - Pasar Senen.

Dengan tarif yang tidak mengalami perubahan tersebut, pemerintah berharap animo masyarakat untuk naik moda transportasi kereta api akan terus meningkat. Pemerintah juga mengimbau kepada PT KAI (Persero) untuk tetap menjaga pelayanan dari kereta-kereta kelas ekonomi tersebut. Sesuai dengan standar pelayanan minimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia