Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Kepadatan Puncak Arus Balik Berkurang

02 Januari 2019, 13: 33: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

LANCAR: Kendaraan roda empat dan dua melintasi jalur Mengkreng, Purwoasri yang berbatasan dengan Kertosono-Jombang saat puncak arus balik, kemarin

LANCAR: Kendaraan roda empat dan dua melintasi jalur Mengkreng, Purwoasri yang berbatasan dengan Kertosono-Jombang saat puncak arus balik, kemarin (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN- Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah berakhir. Kemarin (1/1), para pelancong dan warga yang berlibur mulai kembali. Beberapa titik jalur di Kabupaten Kediri pun menjadi arus utama untuk akses perjalanan pulang.

Di antaranya, jalur simpang tiga Mengkreng, Desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri. Kemudian, simpang tiga Kandangan, dan Jalan Raya Ngadiluwih-Kediri. Beberapa titik tersebut memang sering terjadi kepadatan arus lalu lintas (lalin).

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Kediri, simpang tiga Mengkreng yang berbatasan dengan Jombang dan Nganjuk memang terlihat adanya penambahan volume kendaraan. Ini bila dibanding beberapa hari terakhir.

Namun, kepadatan arus lalin tersebut tidaklah terlalu signifikan. Berbeda jauh apabila dibandingkan arus balik pada saat libur Lebaran tahun lalu. “Dengan adanya jalan tol Jakarta – Surabaya sangat mengurangi arus yang biasa terjadi di Mengkreng,” ujar Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Kediri Ipda Ketut Alit kepada koran ini saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, kemarin siang.

Adapun kendaraan jarak jauh lebih memilih menggunakan jalan tol untuk aksesnya. Sehingga hal tersebut sudah cukup mengurangi kepadatan di jalur arteri seperti Mengkreng. Belum lagi, pemerintah masih menggratiskan tarif tol itu.

Lebih lanjut, Ketut menyebut, arus lalin di simpang tiga Mengkreng relatif sama, baik yang menuju ke timur maupun barat. Namun, untuk arus lalin ke arah timur (Jombang-Surabaya) memang cenderung lebih ramai.

Adapun kepadatan arus lalin tersebut didominasi oleh mobil pribadi berpelat nomor luar kota. Tak hanya mobil pribadi, pengendara sepeda motor juga banyak. Disusul kemudian kendaraan besar seperti halnya bus dan truk.

Selain keberadaan jalan tol, menurut Ketut, penurunan kepadatan di simpang tiga Mengkreng juga dikarenakan adanya penutupan arus di traffic light Papar. Adapun kendaraan yang menuju Mengkreng akan dialihkan ke arah timur dan barat. “Malam ini (tadi malam, Red) dibuka rekayasa jalannya,” papar anggota Polri ini.

Ketut menambahkan, arus lalin untuk liburan Nataru kali ini memang cenderung landai. Tidak sampai terjadi penumpukan panjang atau bahkan berhenti total. Berbeda halnya ketika ada pengendara yang nekat putar balik sebelum jembatan Kertosono, Nganjuk. Arus kendaraan akan sedikit menumpuk pada saat itu.

Selain itu, adanya perlintasan kereta api (KA) juga bisa menyebabkan adanya penumpukan kendaraan. Apalagi dalam setiap beberapa menit sekali kereta api akan melintas di sana.

“Di simpang tiga Mengkreng kalau saja ada jalan layang pasti akan pasti akan lancar,” imbuh polisi dengan satu balok emas di pundak tersebut.

Sementara itu, arus lalin di traffic light Kandangan juga terpantau ramai lancar. Kendaraan juga didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor. Untuk arus lalin sendiri pun relatif sama banyaknya dari dan menuju arah Malang.

Dalam liburan nataru kali ini, kepadatan justru lebih banyak di beberapa titik tempat wisata yang ada di Kabupaten Kediri. Yang paling laris dikunjungi adalah lokasi wisata di Gunung Kelud. Bahkan pada saat puncak liburan kemarin, jalan menuju Kelud sempat terpantau mengular cukup panjang.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia