Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Tradisi dan Legenda Warga Pegunungan (11)

Warnai Cerita Panji Laras

01 Januari 2019, 15: 23: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

situs wilis

PENUH LEGENDA: Situs Gedong dipercayai pernah menjadi lokasi Panji Laras. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

Di Desa Petungroto, Mojo, terdapat situs yang menarik untuk dikunjungi. Situs itu juga lekat dengan cerita Panji Laras.

Ada dua peninggalan bersejarah yang ada di Desa Petungroto. Yaitu Omben Jago dan Situs Gedong. Lokasinya jauh masuk di hutan pinus. Warga sekitar percaya dua situs itu terkait dengan cerita Panji Laras.

Namun untuk melihat kedua lokasi tersebut harus memerlukan upaya ekstra. Akses jalannya hanya satu. Dan, jangan berharap jalan aspal nan halus. Lebarnya pun hanya satu meter dan masih berupa tanah bercampur bebatuan.

Bila melintas kita serasa naik roller coster. Tidak hanya naik turun. Juga banyak tikungan tajam. Membuat jantung berdebar selama perjalanan ke tempat itu.

Dari perkampungan warga jaraknya sekitar enam kilometer. Bila menggunakan motor haruslah motor trail. Karena jalannya licin, apalagi usai hujan.

ekspedisi wilis

Omben Jago (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Di jalan yang sangat esktrem tersebut kita disuguhi pemandangan eksotis hutan pinus. Dengan pinus yang berjajar. Di salah satu bukit dapat terlihat wilayah Tulungagung dari kejauhan.

Jauh di dalam hutan pinus dan pohon kopi, terdapat sebuah arca yang diberi nama Omben Jago. “Dulu Panji Laras memandikan ayamnya di sini,” jelas Kepala Desa Petungroto Dariono.

Dari cerita yang berada di masyarakat, ayam Panji Laras menjadi sakti setelah dimandikan di Omben Jago tersebut. Tidak hanya itu saja, Omben Jago juga punya keistimewaan lain. Konon, setiap airnya digunakan akan terisi kembali.

Tidak hanya Omben Jago saja lokasi yang disingahi oleh Panji Laras versi legenda ini. Ia juga sempat melakukan pertapaan di Situs Gedong. Tapi, saat ini Situs Gedong hanya berupa tumpukan bebatuan yang disebut arca. “Di sini Panji Laras melakukan pertapaan,” tunjuk Dariono.

Di sekitar lokasi pertapaan dulu terdapat banyak arca. Namun arca-arca tersebut dihancurkan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Alasan yang membuat penebang pohon ilegal itu terdengar cukup unik. Mereka mengira arca-arca sedang mengejek mereka. Hal tersebut membuat para penebang itu menghancurkan arca-arca tersebut.

Di lokasi Situs Gedong, memang sering dilakukan ritual. Tidak hanya dari Kediri saja, juga banyak orang luar kota yang melakukan ritual. Seperti bertapa di sekitar lokasi Situs Gedong. Mereka bahkan sampai menginap di lokasi tersebut.

Macam-macam alasan mereka melakukan ritual tersebut. Bahkan ada banyak cerita bila seseorang hendak melakukan perjalanan jauh menyempatkan datang terlebih dulu ke situs tersebut.  Dan mereka hanya bertapa di tempat itu.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia