Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Sedikit Pembeli, Pedagang Terompet Mengeluh

01 Januari 2019, 13: 52: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

terompet

TAK SEPERTI TAHUN LALU: Penjual terompet dan pembelinya. (Ramona Valentin - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Tak sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yang selalu ramai dan dinantikan. Kini keberadaan terompet jelang tahun baru justru sepi peminat, tak hanya peminatnya. Pun dengan perajin dan penjualnya yang tidak sesemarak tahun-tahun sebelumnya.

“Sepi, padahal tahun baru bentar lagi. Kenapa ya, saya juga bingung,” ungkap Mudjiono, salah satu pedagang terompet di jalan Kilisuci. Ia mengungkapkan keheranannya, bila ia jarang mengetahui keberadaaan pedagang terompet saat ini. Walaupun sudah mendekati momen tahun baru yang identik dengan terompet. Diakuinya bila penjualan terompet menurun drastis,bahkan hingga lima puluh persen.

“Padahal saya stoknya juga ndak banyak, dan ada macam-macam terompet. Tapi juga jarang laku,” imbuh Mudjiono saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di lapaknya.  Terompet yang ia jual berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 35 ribu per bijinya, tergantung model dan ukuran terompet. Laki-laki berkacamata ini sudah sejak sebelum hari besar Natal berjualan terompet.

Namun hingga kemarin (30/12) konsumennya masih terbilang jarang. Kalaupun terdapat konsumen yang membeli, kebanyakan dari mereka memilih terompet plastik dan terompet pegas. Dijelaskannya bila biasanya kalangan jamaah gereja yang membeli terompet dari karton dalam jumlah besar.

Terlepas dari hal tersebut ia masih menjual terompetnya dengan harga yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai penjual terompet sejak lima tahunan disetiap momen tahun baru ini heran. Mengapa tidak hanya konsumennya yang berkurang, tapi juga pedagang bahkan perajin terompet. “Saya masih ingat, dulu saja orang Solo dibela-belain sampai kesini untuk jualan terompet pas tahun baru. Tapi sekarang ndak ada,” tegasnya. Ia juga menceritakan, saat melewati kawasan Pasar Pahing Kota Kediri, ia hanya menjumpai dua pedagang terompet yang dipanggul dan yang bersepeda.

Hal serupa juga diungkapkan Karmini, perajin terompet sekitar  Pasar Pahing. “Sepi banget tahun ini, biasanya sepuluh hari jelang tahun baru sudah ramai, ini anteng saja. Makanya saya ndak produksi banyak,” jelasnya.

Sementara itu Gianto Purnawan, salah satu pembeli terompet platik mengungkapkan keresahannya. “ Saya beli yang kemasan plastik, ada segelnya. Karena kalau terompet karton biasa itu bekas mulut orang banyak saat dicoba,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia