Rabu, 11 Dec 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
Liga 3 Indonesia

Persik Kediri: Juara, Top Skor, Pemain Terbaik, Hingga Tim Fair Play

31 Desember 2018, 20: 06: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

Persik Juara

JUARA SEJATI: Persik saat merayakan gelar juara di Stadion Wijayakusuma, Cilacap. (Satria (media officer Persik) for radarkediri.id)

Share this          

CILACAP - Trofi Liga 3 Nasional akhirnya ada di genggaman Persik Kediri. Akumulasi skor 3-2 dalam dua final yang terakhir digelar kemarin (30/12) di Stadion Wijayakusuma, Cilacap mengantarkan tim berjuluk Macan Putih ini menjadi juara. Gelar ini pun melengkapi torehan juara Persik di tiga divisi selama perhelatan Liga Indonesia.

Perlawanan sengit PSCS Cilacap pada 2 laga final akhirnya mampu dibendung Persik. Meskipun di leg kedua kemarin tim kebanggaan warga Kediri kalah, namun itu tidak berpengaruh pada pencapaian skor yang telah didapat Persik. Poin yang diperoleh Cilacap tidak mampu mengungguli Macan Putih. “Alhamdulillah, walaupun kita kalah, tapi kita tetap juara,” kata Alfiat penuh syukur.

satria bagaskara

BUAH KERJA KERAS: Satria Bagaskara menjadi top skor Liga 3 Indonesia tahun 2018. (Satria (media officer Persik) for radarkediri.id)

Alfiat menyampaikan, gelar juara ini atas kerja keras bersama selama ini. Untuk itu pelatih asal Gampengrejo, Kabupaten Kediri ini pun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak. Mulai dari pengurus, manajemen, warga Kediri dan sekitarnya, termasuk bagi Persikmania yang selama ini mendapingi Macan Putih.

“Saya apresiasi kerja keras mereka (pemain, red) yang telah berjuang untuk Persik,” tukasnya.

Menanggapi pertandingan kemarin sore, Alfiat mengaku bahwa cukup banyak kesalahan yang dilakukan pemainnya. Namun itu sudah diimbangi dengan kerja keras untuk membendung serangan lawan. Dari awal Alfiat telah menginstruksikan pemainnya untuk bermain disiplin. Itu untuk menahan agar pemain PSCS tidak bisa melakukan crossing hingga shooting ke gawang Persik.

“Memang tadi gol PSCS karena kita buat kesalahan, akhirnya tercipta gol. Anak-anak sudah bermain luar biasa,” tambahnya.

Sementara Pelatih PSCS Jaya Hartono mengucapkan selamat kepada Persik yang telah menjuarai Liga 3 ini. Menurutnya ini merupakan laga final yang sangat ideal di Liga 3. Karena melihat dari perjalanan mereka di babak penyisihan hingga sekarang.

“Ini adalah catatan kita hanya sekali kalah. Dan itu sama dengan Persik Kediri, mereka juga kalah satu kali oleh kita,” ujar mantan pelatih Persik di era 2003 ini.

Jaya melihat pemainnya sudah berjuang maksimal. Menilai bahwa kondisi pemain yang dalam keadaan capek karena faktor perjalanan dari sejumlah kota pun masih bisa diimbangi dengan permainan luar biasa anak asuhnya.

“Kita menang, tapi tidak juara, Persik hari ini (kemarin, red) kalah tapi juara. Kondisi kami dalam keadaan capek, tapi permainan anak-anak sudah bisa maksimal,” imbuhnya.

Dia pun salut dengan perjuangan anak asuhnya. Menurutnya ini perjalanan yang tidak mudah, karena saingan di setiap pertandingan sebelumnya juga cukup berat. Namun Jaya bersyukur sudah bisa mencapai final.

Pada pertandingan kemarin, satu-satunya gol di cetak oleh  pemain depan PSCS Arbeta Rokyawan pada menit 87. Gol tersebut dimulai dari kemelut di depan gawang Persik Listianto Ceputra.

Wakil Ketua PSSI Joko Driyono, mengucapkan selamat kepada Persik, dan juga PSCS, juga kepada tim yang bisa kembali promosi ke Liga 2.

“PSSI mengapresiasi setinggi-tingginya terutama kepada dua finalis yang telah berhasil menyelenggarakan final leg 1 dan 2 yakni Persik dan PSCS,” ujarnya usai pertandingan kemarin.

Joko menyampaikan, PSSI menginginkan liga 3 sebagai tahapan terendah untuk menuju kasta berikutnya. Ingin setiap tahun kualitasnya semakin meningkat. Pertandingan final yang dilakukan dengan sistem home away, PSSI pun telah menjadi catatatan PSSI bahwa banyak hal positif terjadi.

Penyelenggaraan Liga 3 ini pun dinilai sebagai laga yang sangat rumit dalam sistem penyisihannya. Karena diikuti oleh ratusan tim dari seluruh Indonesia.

“Ini apresiasi yang luar biasa bagi 34 Asprov yang ada, pekerjaan yang tidak mudah. Dikelola yang dikelola dengan format sangat rumit. Tapi klub-klub memiliki kesabaran,” terangnya.

Dan ini pun tentunya menjadi evaluasi bagi semuanya, bahwa Liga 3 adalah wahana di mana anak-anak bisa meningkatkan kualitasnya melalui pertandingan dengan jumlah yang cukup, dengan durasi kompetisi yang ideal.

Bagas Jadi Pencetak Gol Terbanyak

Selain membawa pulang trofi Liga 3, Persik juga memborong gelar lain. Yakni Septian Satria Bagaskara sebagai top score Liga 3, Galih Akbar Febriawan sebagai pemain terbaik, juga satu penghargaan lagi bagi Tim Persik yakni sebagai Tim paling Fair Play selama perhelatan Liga 3.

Bagas salah satu pemain andalan Persik ini pun mengaku bangga atas keberhasilannya bersama tim bisa membawa pulang trofi ke Kediri.

“Mudah-mudahan di tahun selanjutnya Persik bisa lebih baik lagi, saya bangga, karena ini adalah top score pertama saya. Gelar ini secara khusus saya persembahkan untuk ibu dan juga Persikmania,” pungkas Bagas.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia