Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bermain di Tepi Sungai Brantas, Pelajar SMP Hilang Terseret Arus

31 Desember 2018, 19: 23: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

Bermain di Tepi Sungai Brantas, Pelajar SMP Hilang Terseret Arus

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Seorang pelajar kelas 1 SMP menjadi korban derasnya aliran Sungai Brantas, kemarin siang (29/12). Arus deras yang menyebabkan Arif Heldinata Argo Wibowo, 13, asal Dusun Tempel, Desa/Kecamatan Ngonggot, Kabupaten Nganjuk itu hilang akibat terjangan air.

Hingga tadi malam pukul 21.00 WIB, Arif belum ditemukan. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Polsek Papar, Koramil Papar, Basarnas Trenggalek, dan relawan terus melakukan pencarian. Tim terus memantau kondisi sungai yang berada di bawah jembatan Desa/Kecamatan Papar itu.

“Hingga kini kami masih terus berkordinasi dengan beberapa relawan yang turut hadir dalam pencarian ini,” ungkap Kasi Humas Polsek Papar Aipda M Bahroni semalam. Waktu yang sudah malam hari memang agak menyulitkan pergerakan para relawan yang berusaha mencari.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban sedang bermain mencari kerang di tepi sungai, sekitar pukul 11.00.  Saat itu Arif bermain bersama temannya Gilang Andrian Pratama, 13. Diduga terlalu asyik mencari kerang, Arif tidak sadar kalau berenang terlalu ke tengah sungai.

Kepada polisi, Gilang mengatakan bahwa ia sempat mengingatkan korban agar tak terlalu ke tengah. Namun korban tak menghiraukan. Nahas, setelah itu, korban malah terseret arus aliran sungai.

Mengetahui temannya terseret arus, Gilang berteriak minta tolong. Mendengar teriakan itu, tak lama kemudian datang Cipto Wiyono, 36. Sayang, usahanya untuk meraih tubuh Arif sia-sia. Derasnya arus sungai menyeret tubuh Arif hingga tenggelam.

Warga sekitar yang menyadari ada bocah terseret arus lalu menghubungi petugas. Tak lama kemudian, petugas pun datang dan langsung melakukan pencarian.

Meskipun pergerakan sangat terbatas, beberapa petugas yang jaga terus memantau aliran air itu. Diketahui, tim dari BPBD mendirikan posko di Balai Desa Papar untuk memudahkan berkoordinasi terkait rencana operasi pencarian dan penyelamatan.

“Hingga malam ini kami kami tetap menaruh petugas di sekitar lokasi untuk memantau perkembangan lebih lanjut. Meskipun pencarian akan lebih maksimal jika dilakukan pada saat matahari terbit, mengingat terbatasnya pencahayaan yang ada,” papar Roni.

Hal sama juga disampaikan oleh Plt Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randi Agatha Sakaria. “Saat ini petugas kami terus melakukan penyusuran untuk menemukan korban,” terangnya.

 

Kronologi Kejadian

Sabtu (29/12)

-         Pukul 11.00    Arif dan Gilang mencari kerang di pinggir Sungai Brantas Desa Papar.

-         Pukul 11.10    Arif masuk ke sungai

-         Pukul 11.15   Arus air yang deras membuatnya terseret hingga tenggelam. Gilang berteriak minta tolong

-         Pukul 11.20  Cipto untuk berusaha menolong namun gagal. Arif terseret arus hingga tidak terlihat. Cipto mencari bantuan

-         Pukul 12.00  Dilakukan pencarian hingga tadi malam tubuh Arif   belum ditemukan

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia