Rabu, 27 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Khofifah Berharap Tidak Terjadi Kampanye Hitam

31 Desember 2018, 18: 30: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

khofifah

OPTIMISTIS: Khofifah Indar Parawansa dan Haryanti Sutrisno bersama massa yang menghadiri acara deklarasi Jaringan Kiai-Santri Nasional (JKSN) di kawasan Simpang Lima Gumul, Ngasem. (Andhika Attar - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri memantau rapat terbatas yang diadakan Jaringan Kiai-Santri Nasional (JKSN). Kegiatan deklarasi mendukung pasangan calon presiden, Jokowi-Ma’ruf, di area Simpang Lima Gumul (SLG) itu dihadiri Ketua Dewan Pengarah JKSN Pusat Khofifah Indar Parawansa.

“Kami ingin memastikan tidak ada pelanggaran kampanye pada acara tersebut,” ujar Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Kediri Ali Mashudi kepada koran ini, sore kemarin.

Mulanya, acara hendak mendatangkan massa sekitar 10 ribu orang. Namun karena belum masuk tahapan rapat umum, bawaslu tak memperbolehkan. Akhirnya, dicapai kesepakatan acara deklarasi dilakukan secara terbatas.

Massa yang datang tak lebih dari tiga ribu orang. “Rapat umum baru boleh pada 21 hari sebelum masa tenang,” kata Ali . Itu artinya, kampanye dengan metode rapat umum baru boleh dilaksanakan pada 24 Maret hingga 13 April 2019.

Terkait izin kegiatan kampanye pun, Ali mengakui, telah dipenuhi panitia penyelenggara. Termasuk ke Polres Kediri dengan surat tembusan pada bawaslu dan KPU Kabupaten Kediri. Ia pun mengingatkan, agar anak-anak tidak dilibatkan dengan memakai atribut kampanye. “Kita ingatkan agar anak-anak tidak diajak ke panggung atau dilibatkan secara langsung dalam kampanye,” terangnya.

Kemarin, tim bawaslu memang memantau kegiatan di SLG tersebut. “Kami di sana karena melakukan fungsi pengawasan kampanye,” imbuh Ali.

Kabupaten Kediri dipilih sebagai tuan rumah deklarasi JKSN karena diproyeksikan menyumbang suara terbanyak. Sebab pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 menjadi penyumbang suara terbesar di Jawa Timur (Jatim).

“Mudah-mudahan dapat memberikan resonansi positif ke daerah lain di sekitar Kabupaten Kediri,” ujar Khofifah pada para awak media seusai acara deklarasi.

Dia optimistis, pasangan capres yang didukungnya meraup suara yang tinggi. Targetnya, minimal melebihi perolehan suara dalam Pilgub Jatim 2018. Saat pilgub itu, Khofifah meraih 53,7 persen suara.

Deklarasi tidak hanya dihadiri JKSN Kabupaten Kediri. Namun juga dari daerah lain di eks-Karesidenan Kediri. Khofifah menilai, semangat massa JKSN luar biasa. “Di daerah-daerah lain juga telah deklarasi. Ini (deklarasi, Red) adalah permintaan dari bawah,” imbuh perempuan 53 tahun ini.

Terkait banyaknya kampanye hitam, Khofifah berharap, tidak terjadi lagi ke depannya. Menurutnya, lebih baik dalam mendukung calon masing-masing dilakukan dengan cara yang positif. Hal tersebut akan menjadi pembelajaran politik pada masyarakat luas.

Acara deklarasi dihadiri peserta yang mayoritas dari Muslimat NU. Di lokasi yang sama, Ketua Dewan Pengarah JKSN Kabupaten Kediri Haryanti Sutrisno juga menyampaikan optimismenya. Senada dengan Khofifah, ia pun yakin Jokowi-Ma’ruf dapat mendulang suara besar di Kabupaten Kediri.

“Mudah-mudahan dalam pilpres nanti akan bisa meningkat lebih banyak lagi,” tuturnya dengan mantap saat memberi sambutan pada peserta deklarasi.

Untuk diketahui, deklarasi JKSN dilaksanakan bergiliran dari daerah ke daerah. Setelah acara di Kabupaten Kediri, Khofifah dan timnya bergeser di wilayah Jatim bagian timur.

 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia