Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Tak Diawasi, Balita Tewas Tenggelam

29 Desember 2018, 12: 53: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

MUSIBAH: Kades Tanjungtani, Prambon Sujianto membopong jenazah Ahmad Azim Sadikin yang kemarin pagi baru saja divisum di Puskesmas Prambon. Bungsu dari dua bersaudara itu tewas tenggelam saat bermain di sungai.

MUSIBAH: Kades Tanjungtani, Prambon Sujianto membopong jenazah Ahmad Azim Sadikin yang kemarin pagi baru saja divisum di Puskesmas Prambon. Bungsu dari dua bersaudara itu tewas tenggelam saat bermain di sungai. (REKIAN - RADARKEDIRI.ID)

Share this          

NGANJUK - Pasangan M. Sulthonudin, 34 dan Siti Masrurin, 30, tidak bisa lagi melihat kelucuan Ahmad Azim Sadikin. Pasalnya, balita berusia 17 bulan itu tewas tenggelam di sungai yang hanya berjarak sekitar satu meter dari rumah, kemarin. Musibah itu pun langsung menggegerkan warga di Desa Tanjungtani, Prambon. 

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, sebelum peristiwa nahas itu, Azim, sapaan akrab Ahmad Azim Sadikin, ikut Ismail, 61, kakeknya, ke masjid. Keduanya baru pulang sekitar pukul 05.00.

Sesampainya di rumah, balita yang belum lancar berbicara itu diserahkan kepada M. Sulthonudin, ayahnya. Diduga, Sulthon tidak mengetahui jika anaknya sudah pulang dari masjid.

TKP: Wadinem menunjuk lokasi penemuan jasad Azim yang diketahui mengapung di sungai Desa Watudandang, Prambon.

TKP: Wadinem menunjuk lokasi penemuan jasad Azim yang diketahui mengapung di sungai Desa Watudandang, Prambon. (REKIAN - RADARKEDIRI.ID)

Apalagi, setelah memasukkan Azim ke dalam rumah, Ismail langsung pergi ke pasar untuk berjualan telur. Saat ditinggal sang kakek itulah, diduga Azim tidak langsung menghampiri ayahnya. Melainkan, bermain di tepi anak sungai brantas itu dan tenggelam.

Kepanikan baru terjadi sekitar pukul 05.30. Sepulang menjual telur di pasar, Ismail mencari Azim. “Ternyata dia (Azim, Red) tidak bersama bapaknya,” kata pria yang rambutnya sudah memutih itu, kemarin.  

Bersama Sulthon, kakek delapan cucu ini lantas mencari Azim di sekitar rumah. “Saya cari ke tetangga juga tidak ketemu,” lanjutnya sedih.

Karena tak kunjung menemukan Azim, Ismail lantas mendatangi rumah Kades Tanjungtani Sujianto. Dia melaporkan hilangnya Azim. Melihat rumah Ismail yang persis di bibir sungai, dia curiga balita itu tenggelam.

Sujianto lantas berkoordinasi dengan Polsek Prambon dan Koramil Prambon untuk melakukan pencarian. Pria berambut gondrong ini juga menghubungi komunitas motor CB kenalannya untuk menyisir sungai.

Sekitar 30 menit melakukan penyisiran, Sujianto mendapat kabar Azim ditemukan mengapung di dekat jembatan pasar Desa Watudandang, Prambon.

Jarak tempat penempuan mayat Azim dengan rumahnya sekitar 1,5 kilometer.

Sementara itu, warga Desa Watudandang, Prambon yang melihat tubuh balita terapung di sungai sekitar pukul 06.00 kemarin, langsung gempar. M. Dardiri, 48, warga setempat, yang pertama kali melihat tubuh Azim di sungai, langsung menceburkan diri.

Dia langsung mengangkat tubuh Azim dari sungai sedalam tiga meter itu. “Saat diangkat, tubuhnya sudah lemas,” kata Wadinem, 61. Perempuan tua yang tinggal di dekat tempat penemuan Azim itu sempat ikut melakukan pertolongan.

Tetapi, bocah malang itu diduga sudah tewas saat diangkat dari sungai. Jenazahnya lantas dibawa ke Puskesmas Prambon. “Tubuhnya tidak ada luka-luka. Hanya ada seperti ingus dari hidungnya,” lanjut perempuan yang separo rambutnya memutih itu.

Terpisah, Kapolsek Prambon AKP Yantono yang dikonfirmasi tentang tenggelamnya Azim membenarkannya. Setelah dilakukan visum luar, menurut Yantono polisi tidak menemukan tanda-tanda kriminalitas di tubuhnya. “Ini murni kecelakaan,” terangnya sembari menyebut jenazah Azim langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia