Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Januari Perbaiki Jalan Rusak Terdampak Tol

29 Desember 2018, 12: 08: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

BERBAHAYA: Sejumlah pelajar melewati jalan rusak.

BERBAHAYA: Sejumlah pelajar melewati jalan rusak. (REKIAN - RADARKEDIRI.ID)

Share this          

NGANJUK - Warga Nganjuk bisa bernapas lega. Pasalnya, puluhan titik jalan rusak yang terdampak tol akan segera diperbaiki mulai Januari nanti. Hal tersebut ditegaskan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Trans Jawa Solo-Kertosono Bedru Cahyono.

Kepada koran ini Bedru mengatakan, pihaknya tidak akan begitu saja meninggalkan Nganjuk sebelum memperbaiki jalan rusak akibat pembangunan tol. “Setelah pengerjaan fisik tol tuntas, kami akan menggarap jalan rusak akibat tol,” ungkap Bedru.

Salah satu titik yang saat ini dikerjakan adalah pengecoran jalan Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso hingga Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso. “Pembangunan jalannya sepanjang satu kilometer,” lanjut Bedru.

Bedru memastikan, pihaknya akan memperbaiki jalan sesuai dengan usulan. Tetapi, waktu perbaikan tidak bisa dilakukan Desember ini seperti permintaan Pemkab Nganjuk sebelumnya.

Seperti diberitakan, total ada 40 ruas jalan di Nganjuk yang rusak parah akibat lalu lintas truk material. Puluhan titik itulah yang diminta diperbaiki oleh rekanan tol Trans Jawa.

Sebelumnya pemkab meminta agar rekanan memperbaiki jalan sebelum 2019. Alasannya, mereka khawatir rekanan proyek akan langsung meninggalkan Nganjuk begitu pembangunan jalan bebas hambatan itu selesai.

Terkait hal itu, Bedru memastikan rekanan tidak akan langsung meninggalkan Kota Angin setelah pembangunan selesai. Mereka tetap akan memperbaiki jalan yang rusak lebih dulu. “Mereka kan punya kontrak. Jadi pasti akan memperbaiki jalan dulu,” tegasnya.

Terpisah, Manager Operasional dan Pemeliharaan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Charles Lendra menambahkan, setelah pembangunan overpass dan interchange yang saat ini dikebut selesai, proyek akan dilanjutkan dengan pembangunan rest area dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Lokasi rest area, menurut Charles akan ada di Km 638. “Masuk wilayah Nganjuk,” kata Charles sembari menegaskan proyek sarana tambahan di tol itu baru akan dimulai 2019 nanti.

Ditanya tentang persiapan proyek, termasuk pembebasan lahannya, Charles mengaku belum bisa menjelaskan secara detail. Dia hanya menyebut selain menggarap sarana tambahan tol, PT JNK juga mulai merealisasikan tol ruas Kertosono-Kediri pada tahun depan. “Saat ini (tol Kertosono-Kediri, Red) baru penetapan lokasi. Setelah itu baru tender,” tandasnya. (rq/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia