Senin, 30 Mar 2020
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Penyiraman Air Keras: Polisi Belum Investigasi Tempat Kerja Korban

26 Desember 2018, 18: 04: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

siram air keras

KORBAN: Alam Fajar dirawat di rumah sakit.

Share this          

KEDIRI KOTA – Polisi terus mendalami kasus penyiraman cairan yang diperkirakan bahan kimia terhadap Alam Fajar. Yang terus didalami adalah fakta-fakta di tempat kejadian perkara (TKP). Polisi belum melakukan investigasi di lingkungan kerja korban, di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri.

Kapolsek Kediri Kota AKP Suyitno menjelaskan bahwa saat ini mereka memang belum melakukan pemeriksaan di lingkungan kerja Alam. Karena masih banyak fakta yang belum tergali di lokasi kejadian. “Saat ini tim penyelidik masih mendalami data dan keterangan dari TKP. Terutama dari tetangga korban,” imbuhnya.

Namun, Suyitno juga menambahkan bahwa mereka tetap akan melakukan penyelidikan ke kantor tempat Alam bekerja. Dengan meminta keterangan dari teman kerjanya. Hanya, kapan waktunya memeriksa tempat kerja Alam itu, Suyitno masih belum bisa mengatakan dengan pasti.

Apalagi, saat ini hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim juga masih belum keluar. Sebelumnya, pihak penyelidik mengamankan baju, sarung, dan i milik Alam sebagai barang bukti. Dari ketiga benda tersebut, Polsek Kediri Kota meneliti jenis cairan apakah yang digunakan oleh pelaku untuk menyerang Alam. “Sampel diambil dari yang masih tersisa dan menempel di pakaian korban. Kami kirim langsung ke labfor,” terang Suyitno.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa Polsek Kediri Kota terus melakukan penyelidikan dengan cara kepolisian. Ia juga berharap kepada korban dan keluarga agar terbuka dan memberikan keterangan yang sebanyak-banyaknya dan dengan mendetail agar lebih memudahkan penyelidikan.

siram air keras

Disiram Air Keras saat Subuh (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri.id)

Alam hingga saat ini masih dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya . Setelah mengalami penganiayaan oleh orang tidak dikenal di Gang Sunan Ampel I, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan/Kota Kediri pada Rabu (19/12) lalu.

Ia saat itu hendak berjalan menuju ke masjid di lingkungan rumahnya sekitar pukul 04.30 WIB. Tiba-tiba, dari arah berlawanan ada seorang yang mengendarai sepeda motor dengan menggunakan helm full-faced yang menyiramkan yang diduga cairan kimia ke arah Alam. Akibatnya, ia mengalami luka di bagian wajah, terutama pada mata, dan badannya.

Sementara itu, dari informasi yang di dapat. Selama ini Alam Fajar merupakan staff Dishub di Bidang Angkutan. Tak banyak yang tahu bagaimana kinerja Alam saat bertugas sesuai bidangnya itu. Tugas di bidang tersebut antara lain mengurus angkutan umum di Kota Kediri. Salah satunya adalah angkot kuning.

“Kalau mengurusi angkot kuning biasanya bertugas sebagai petugas absen,” ujar narasumber yang namanya tidak mau dikorankan.

Selama ini petugas absen setiap hari berhadapan langsung dengan para sopir angkot. Waktunya adalah setiap pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Lokasinya di kawasan Wisata Selomangleng dan juga di depan SMAN 2 Kediri. Memang dari pantauan, di kawasan Selomangleng angkot kuning selalu menunggu giliran untuk melakukan absensi. Sumber lain menyebut absen tersebut bertujuan untuk mengetahui masuk tidaknya sopir angkot.

“Sekaligus sebagai penanda jika nanti akan ditukar dengan biaya bensin,” imbuhnya.

Memang sejak 2015 Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri meluncurkan program angkutan umum gratis bagi pelajar di Kota Kediri. Program tersebut ditujukan untuk memudahkan para pelajar pergi ke sekolah, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu-lintas, khususnya pada kalangan pelajar. Angkutan gratis ini berlaku pada jam 05.30–07.00 WIB dan 12.00–14.00 WIB.

Program itu ditujukan untuk pelajar. Agar meminimalisasi penggunaan kendaraan bermotor. Sebagai gantinya pemerintah memberikan subsidi bahan bakar minyak sebanyak 6 liter setiap hari kepada angkutan umum yang terlibat. Dengan catatan sopir angkutan umum melakukan absensi yang dilakukan staff dishub.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia