Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Tingkatkan Partisipasi Pemilu 2019, Pemilih Disabilitas Difasilitasi

25 Desember 2018, 16: 35: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

pemilu 2019

HAK SAMA: Ketua PDKK Umi Salamah saat berada di jalur kursi roda yang berada di teras kantor Pemkab Kediri. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Komitmen menciptakan pemilu yang ramah disabilitas terus dilakukan oleh KPU Kabupaten Kediri. Salah satunya adalah dengan adanya pendampingan bagi pemilih disabilitas saat mencoblos. Sehingga, pemilih disabilitas tidak perlu lagi merasa bingung ketika menggunakan hak pilihnya.

Pendamping tersebut bisa dari perwakilan keluarga atau pun bukan. Pada dasarnya, pendamping adalah orang yang dipercayai oleh si pemilih itu sendiri. KPU sendiri memberi fasilitas agar pemilih tersebut didampingi oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Syarat untuk bisa menjadi pendamping pemilih disabilitas sendiri juga sangat mudah. “Pendamping nanti tinggal mengisi form C3 yang kita sediakan di tempat pemungutan suara (TPS),” ujar Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi Program dan Data Eka Wisnu Wardhana saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di ruangannya pada Selasa (11/12) lalu.

Namun tidak hanya sampai di situ saja. Setelah mengisi form C3 tersebut, pendamping juga harus bersedia untuk disumpah terlebih dahulu. Baru kemudian bisa mendampingi pemilih yang bersangkutan untuk memilih di bilik suara. Untuk menjamin independensi, nantinya tetap akan ada saksi yang mengawasi proses pendampingan tersebut.

Berdasarkan data KPU Kabupaten Kediri, ada sekitar 2,7 ribu pemilih disabilitas. Persebarannya sendiri relatif rata di semua kecamatan di Kabupaten Kediri. Oleh karena itu, pihaknya ingin menciptakan pemilu yang ramah disabilitas. Dengan data tersebut pihaknya dapat mengondisikan TPS yang tidak menyulitkan pemilih disabilitas.

Selain pendampingan dan TPS ramah disabilitas, KPU Kabupaten Kediri juga telah beberapa kali mengadakan sosialisasi. Adapun sosialisasi tersebut langsung dilakukan dengan mengundang pemilih disabilitas. "Kita juga tekankan sosialisasi berbasis keluarga," imbuh Wisnu.

Hal tersebut dilakukan pihaknya karena ingin meningkatkan partisipasi pemilih disabilitas pada pemilu kali ini. Pasalnya, tingkat partisipasi sebelumnya dinilai masih relatif kurang. Untuk itulah, pihaknya aktif memberikan sosialisasi dan pendampingan lainnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia