Minggu, 19 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Penumpang Naik 25 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru

24 Desember 2018, 17: 35: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

natal dan tahun baru

SUDAH PENUH: Penumpang berdesakan ketika naik bus di Terminal Pare, siang kemarin. Mendekati Nataru intensitas penumpang meningkat. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN- Efek libur panjang jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) menunjukkan geliatnya. Seperti terlihat di Terminal Pare, kemarin. Jumlah penumpang bus menuju luar kota sudah meningkat.

Dibanding hari biasa maupun libur akhir pekan, jumlahnya tidak seramai kali ini. Meski begitu, belum ada penambahan armada bus. “(Armada) masih sama. Besok (hari ini, Red) kabarnya baru ada penambahan,” ujar Improdi, petugas pencatat bus dan angkutan umum Terminal Pare, kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Berdasar keterangannya, rata-rata pengusaha otobus (PO) memang tidak menambah armada. Padahal di lapangan ada peningkatan penumpang ke beberapa kota besar di Jawa Timur (Jatim).

Pria yang akrab disapa Pak Im tersebut mengaku, hanya PO Harapan Jaya yang akan menambah armadanya. Penambahannya diperkirakan sembilan bus. Sementara itu, PO Rukun Jaya juga meningkatkan intensitasnya. Pada hari biasa, jeda bus sekitar 30 menit. Namun kali ini, menjadi per 20 menit.

Jumlah armada yang tercatat keluar-masuk Terminal Pare per harinya sekitar 80 bus. Itu dalam rentang waktu pukul 04.30 hingga 19.00 WIB. Sedangkan untuk mobil penumpang umum (MPU) diperkirakan sekitar 20 armada per harinya.

Improdi mengaku, tidak melakukan penghitungan kenaikan jumlah penumpang secara langsung. Namun, menurut pengamatannya dan keadaan di lapangan, memang ada lonjakan penumpang. “Sekitar 25 persen peningkatannya (penumpang),” imbuhnya.

Berdasarkan catatannya, penumpang terbanyak menuju Surabaya. Menyusul penumpang tujuan Malang dan Blitar. Sedangkan untuk yang turun di Terminal Pare relatif sedikit.

Nehemia Ginting, 27, penumpang dengan tujuan Surabaya, mengaku, biasanya tidak seramai kali ini. Pada hari biasa, ia bisa langsung naik bus yang datang. Namun kemarin harus menunggu bus yang relatif kosong. Pasalnya, bus arah Surabaya sudah terisi penuh, bahkan beberapa penumpang harus berdiri.

“Hampir tiap akhir pekan saya pulang ke Surabaya. Biasanya sih sepi,” ujarnya. Nehemia sendiri bertolak ke Surabaya untuk merayakan Natal dengan keluarganya. Dia di Pare untuk kursus bahasa di Kampung Inggris.

Adanya peningkatan jumlah penumpang juga diakui Habib Nur Rohman. Dirinya juga sering naik bus dari Pare menuju Blitar. Biasanya, ia tidak perlu lama menunggu. Namun kali ini, ia dan kedua temannya harus menunggu lebih lama.

“Biasanya nggak banyak. Nggak sampai berdiri. Ini memang ramai,” akunya. Menurutnya, kalau pun harus berdiri tidak akan memakan waktu lama. Di sekitar Pare kota pasti sudah banyak yang turun.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia