Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kasus Penyiraman Air Keras: Polisi Berharap pada Korban

24 Desember 2018, 17: 30: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

siram air keras

TKP: Lokasi kejadian penyiraman air keras. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA – Saat kasusnya masih jauh dari titik terang, kondisi Alam Fajar, korban penyiraman cairan kimia oleh orang tak dikenal juga masih belum membaik. Hingga kemarin, staff Dinas Perhubungan Kota Kediri itu masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya.

Menurut Ria, anak korban, ayahnya hingga kemarin masih menjalani perawatan intensif. Sang ayah terus dalam pantauan dokter di rumah sakit tersebut. “Belum boleh pulang Mas,” akunya kemarin.

Menurutnya, bagian yang paling mendapat perhatian medis adalah mata korban. Saat kejadian, kedua mata korban terkena cipratan yang diperkirakan air keras tersebut. Selain juga sebagian badan bagian atas. Sayangnya, Ria masih belum bisa menjelaskan lebih detil lagi tentang kondisi sang ayah.

Lalu, bagaimana perkembangan penyelidikan kasus tersebut? Kapolsek Kediri Kota AKP Suyitno menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan upaya untuk mengungkap siapa pelaku penyiraman. Sampai kemarin, kasus itu memang menjadi tanggung jawah penyidik dari Polsek Kediri Kota. Sedangkan dari pihak Polres Kediri Kota hanya sebagai back up.

Jenis cairan apa yang digunakan menyiram korban? Menurut Suyitno, sampai kemarin mereka juga menunggu hasil itu. Sampel cairan yang digunakan pelaku sudah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. Labfor yang akan meneliti cairan jenis apa yang digunakan untuk melukai Alam pada Rabu (19/12).

siram air keras

Disiram Air Keras saat Subuh (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri.id)

 “Hingga saat ini masih belum selesai uji labfor,” akunya.

Yang dilakukan polisi saat ini adalah mendalami penyelidikan kasus tersebut. Caranya dengan menggali lebih banyak keterangan dari tetangga korban. Terutama yang berada di lokasi kejadian saat penyiraman terhadap Alam terjadi. Selain itu polisi juga mendalami keterangan dari orang yang memberikan pertolongan pertama kali.

Suyitno juga berharap banyak kepada korban dan keluarganya. Agar mereka lebih terbuka untuk memberikan keterangan yang lebih lengkap. Sebab, keterangan yang lebih lengkap dari mereka akan sangat membantu proses penyelidikan. Bisa jadi bila keterangan dari korban dan keluarganya lebih lengkap kasus ini akan terbongkar lebih cepat.

Sementara, untuk saat ini, polisi masih merasa keterangan dari korban dan keluarganya belum cukup untuk membantu penyelidikan. “Untuk motif penyerangan dari pelaku juga belum dipastikan,” ujar Suyitno.

Tetangga korban, Sunarti, menjelaskan bahwa kejadian penyiraman tersebut dilakukan tepat di depan warung miliknya. Namun, saat terjadi penyerangan, Sunarti masih berada di pasar.

Sunarti menjelaskan bahwa saat kejadian, kondisi Jalan Sunan Ampel, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan/Kota Kediri dalam keadaan sepi. Hal itu tak seperti biasanya. “Padahal biasanya jam segitu masih ramai pemuda sekitar di poskamling,” imbuhnya.

Ia juga mengaku keheranan bahwa penyerangan terhadap Alam bukan hanya yang pertama kali. Beberapa tahun lalu Alam pernah diteror. Dengan cara percobaan pembakaran rumah. Namun upaya itu gagal.

Untuk diketahui, Alam diserang oleh orang tidak dikenal saat berangkat menuju masjid pada Rabu (19/12). Ia berjalan dari rumahnya menuju ke timur sekitar 100 meter. Dari arah berlawanan datang pengendara sepeda motor dengan menggunakan helm teropong. Saat berpapasan pengendara motor itu tiba-tiba menyiramkan cairan ke arah wajah korban.

Karena kejadian ini Alam mengalami luka di bagian mata dan tubuh. Dia sempat dirawat di RSUD Gambiran. Namun, karena lukanya yang lumayan berat akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

Untuk keperluan penyelidikan, polisi membawa barang bukti yang dipakai korban saat itu. Yaitu berupa pakaian, kopiah, dan sarung. Sementara bukti cipratan cairan kimia di sekitar lokasi kejadian sudah mengering.

Tentang Kasus Alam

1.     Kejadian berlangsung Rabu (19/12) sekitar pukul 4.30 WIB saat Alam hendak berangkat dari rumahnya.

2.     Keadaan jalan sepi pada waktu itu, namun loud speaker masjid sedang melantunkan pujian yang biasa dilakukan sebelum azan.

3.     Sesaat setelah disiram, Alam berteriak kesakitan. Namun saksi yang menolong baru mendengar teriakan ketika beberapa waktu kemudian

4.     Jalanan Sunan Ampel I biasanya ramai pemuda yang sedang melekan di pos kampling, namun saat itu keadaan sedang sepi

5.     Saat ini Alam masih dalam pantauan dokter di RSUD dr Soetomo Surabaya

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia