Minggu, 05 Apr 2020
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kasus Siram Air Keras di Kediri: Polisi Teliti di Labfor

Staf Dishub Dirujuk ke Surabaya

23 Desember 2018, 16: 16: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

siram air keras

DISELIDIKI: Lokasi kejadian penyiraman air keras di Kota Kediri. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA – Polisi terus mendalami kasus penyiraman cairan yang diduga air keras terhadap Alam Fajar, staf Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri. Namun hingga kemarin, belum menemui titik terang. Kendalanya, tak banyak bukti yang didapat di lapangan.

Kondisi itulah yang ditengarai menyebabkan kepolisian kesulitan mengungkap kasus ini. Terkait perkembangan kasus ini, Kapolres Kediri Kota AKPB Anthon Haryadi menyatakan, belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Dia hanya bisa menjawab bahwa timnya masih melakukan pemeriksaan lanjutan.

“Itu masih dalam proses penyelidikan. Yang menangani polsek. Kita masih bantu backup,” katanya kemarin (21/12).

Memang dalam insiden ini, Polsek Kediri Kota yang menangani kasusnya. Tak banyak bukti yang ditemukan. Termasuk ketika identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas belum menemukan bukti tambahan.

siram air keras

Disiram Air Keras saat Subuh (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri.id)

Bekas cipratan cairan kimia di lokasi, Jl Sunan Ampel I, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, juga tak ditemukan. Ini karena kondisinya sudah mengering. Karena itu, polisi hanya mengamankan bukti berupa kopiah, kemeja, dan sarung milik Alam.

“Lebih lanjutnya, tim buser (buru sergap) kita sedang mengidentifikasi dan memintai keterangan saksi,” tegas Anthon yang kemarin didesak wartawan.

Lantas mengenai kepastian jenis cairan apa yang digunakan untuk melukai Alam, sampai kemarin polisi juga belum bisa memberikan keterangan pasti. Anthon menyatakan bahwa bukti cairan tersebut masih dalam proses identifikasi.

“Hasilnya itu masih dibawa ke labfor (laboratorium forensik) dulu. Saya belum mendapat laporan resmi dari penyidik dan belum bisa saya sampaikan di sini,” tandasnya.

Sementara itu, kondisi terkini Alam, masih dalam perawatan medis. PNS di lingkup Pemkot Kediri sebelumnya dirawat di RSUD Gambiran. Namun, pada Kamis malam (20/12) pria 56 tahun tersebut telah dirujuk ke RSU Dr Soetomo, Surabaya.

 Hal itu untuk penanganan kesembuhannya lebih lanjut. Menurut Ria, putri Alam, sang ayah sebelumnya kerap mengeluh pusing. “Sekarang sudah nggak pusing, cuma untuk melihat masih belum jelas. Samar-samar,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri.

Memang usai penyiraman cairan yang diduga air keras itu, mata Alam selalu tertutup. Termasuk ketika dikunjungi di ruang perawatan RSUD Gambiran II. Untuk diketahui, penyiraman cairan yang mengakibatkan Alam menderita seperti ini terjadi pada Rabu pagi (19/12). Itu ketika Alam berangkat ke masjid untuk salat Subuh.

Ketika berjalan sekitar 30 meter dari rumahnya, Jl Sunan Ampel I, Rejomulyo, tiba-tiba Alam disiram menggunakan cairan oleh orang tak dikenal. Pelakunya mengendarai sepeda motor. Kejadian itu mengakibatkan wajahnya panas dan matanya pedih hingga tak bisa dibuka. Atas peristiwa tersebut, Alam langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Di hari yang sama, polisi sudah mendatangi TKP. Namun bukti dan saksi yang minim membuat polisi kesulitan memperoleh informasi yang banyak. Alam juga tak bisa memastikan siapa pelaku yang membuatnya terluka seperti itu.

Dia pun mengaku, tidak memiliki musuh. Pun tak berbuat kesalahan terhadap orang lain. Namun selama ini dirinya juga sempat diteror. Bahkan hingga mengancam nyawanya beberapa kali. Mulai dari pembakaran mobil hingga rumah miliknya.

 

Perkembangan Kasus Alam Fajar

Rabu (19/12)

Alam disiram cairan diduga air keras ketika hendak salat Subuh di masjid dekat rumah

Alam dirawat di RSUD Gambiran II Kediri

Kejadian dilaporkan polisi. Petugas polsek dan polres gelar olah TKP

Kamis (20/12)

Polisi mengembangkan penyelidikan. Pelaku masih dalam pencarian.

Mengamankan bukti berupa kemeja dan sarung milik Alam.

Membawa sampel cairan yang membekas di kemeja dan sarung Alam untuk diuji ke labfor

Jumat (21/12)

Polisi melakukan identifikasi cairan di laboratorium forensik

Alam belum sembuh, ia dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya

Kondisi mata Alam masih samar-samar namun kepala sudah tidak pusing

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia