Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Sandiaga Uno ke Kediri Lagi

Mengaku Kontrak Politik dengan Petani Tebu

21 Desember 2018, 16: 11: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

sandiaga uno

DATANG LAGI: Sandiga Uno saat menyalami para pendukungnya di Kediri. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Calon wakil presiden (Cawapres) Sandiaga Uno tergolong rajin mendatangi Kediri. Dalam rentang dua bulan, pasangan Prabowo ini sudah dua kali menyapa pendukungnya di kota tahu. Kemarin, Sandi bertemu dengan pendukungnya di salah satu rumah makan di Kabupaten Kediri.

Dalam pertemuan itu selain dari partai pendukung, hadir pula beberapa perwakilan elemen masyarakat. Termasuk yang menyebut wakil dari petani tebu. Sandi sendiri kembali menegaskan bahwa sektor ekonomi dan pertanian memang menjadi fokusnya. Termasuk mengatakan telah memiliki kontrak politik dengan petani tebu.

“Kami juga mendengar masukan-masukan dari petani tebu dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” ujarnya kepada para awak media usai acara di Jalan Totok Kerot, Desa Tugurejo, Ngasem itu.

Dalam kotrak politik itu, Sandiaga Uno menegaskan perhatian terhadap pengelolaan tata niaga gula. Khususnya yang berkaitan langsung dengan petani tebu. Menurutnya, kondisi petani tebu sekarang sangat terpuruk. Karena itu dia menebar janji akan mencari solusi. Seperti menyediakan pupuk dengan harga terjangkau. Juga agar harga harga tebu setelah panen tidak anjlok karena kebijakan impor pemerintah.

Sandiaga Uno menilai pertanian di Kabupaten Kediri sangat potensial.  Sumber daya alam dan manusianya tinggi dan melimpah. Karena itu dia berjanji akan berusaha meningkatkan produksi pertanian sehingga harga pokok terjangkau.

Pria 49 tahun tersebut juga menyikapi isu ekonomi di Kediri. Dia menegaskan memiliki program untuk para pelaku UMKM. Dalam versi Sandi, ada program tujuh langkah pas. Pihaknya akan memberikan pelatihan, pendampingan, akses pemasaran, mudahkan perizinan, pelatihan laporan keuangan, dan akses permodalan.

“Yaitu kita lakukan pendaftaran kepada UMKM yang masuk dalam revolusi industri 4.0,” terang mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Menariknya, Sandi punya pandangan berbeda soal bandara yang akan dibangun di Kediri. Walaupun menyebut kehadiran bandara sebagai infrastruktur sangat penting, efek kepada kalangan bawah tidak akan signifikan.

Menurutnya, kehadiran bandara memang dapat membuka lapangan kerja. Serta meningkatkan konektivitas sehingga ekonomi dapat bergerak. Sayangnya, menurut Sandi, kebanyakan infrastruktur adalah untuk orang-orang kelas menengah ke atas.

Sementara menurutnya yang diperlukan adalah kesejahteraan bagi masyarakat menengah ke bawah.

Seperti halnya petani yang selama ini mungkin belum ada kebijakan infrastruktur yang belum diberikan secara maksimal. Seperti halnya saluran irigasi dan pupuk. Oleh karena itu, ia akan berusaha membangun infrastruktur yang mendukung rakyat kecil.

Sandi juga akan membatasi keberadaan tenaga kerja asing (TKA). Namun, untuk investasi pihaknya sangat mendukung. Dengan investasi yang luas akan berdampak langsung kepada masyarakat bawah. “Dengan begini kita harapkan ekonomi bisa tumbuh lebih baik lagi di Kediri. Terlebih akan mampu membuka lapangan kerja,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia