Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Kaya Keanekaragaman Hayati (9/habis)

Lumut di Kayu Bisa Obati Masuk Angin

20 Desember 2018, 20: 11: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

lumut di wilis

BERKHASIAT: Tumbuhan lumut yang menempel pada pohon di hutan Wilis. Lumut ini bisa mengobati masuk angin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Di hutan-hutan Wilis tumbuh beragam jenis tanaman obat. Khasiatnya pun ampuh. Termasuk lumut dan juga bunga musiman bisa menjadi bahan utama ramuan obat-obatan.

Masuk ke pedalaman hutan Gunung Wilis banyak sekali jenis tumbuhan yang ditemukan. Keanekaragaman biodiversitas tumbuhan yang tinggi itu memiliki bermacam fungsi. Mulai dari pengikat tanah untuk mencegah erosi, penyimpan cadangan air, tempat hidup satwa, hingga yang dimanfaatkan untuk ramuan obat-obatan.

Di sepanjang perjalanan di tengah hutan Wilis berbagai jenis tanaman obat tumbuh subur. Namun tim ekspedisi belum tahu secara pasti tanaman mana yang bisa digunakan untuk ramuan. Sementara untuk sejumlah tanaman yang memiliki khasiat sebagai ramuan obat antara lain seperti daun kelor Jawa, kina, sapu angin, gleges otot, sambiloto, pule, puspa, dan juga Parijata.

“Sebagian besar tanaman di sini bisa untuk ramuan obat,” kata Harianto, salah satu tim ekspedisi Wilis I.

Tetapi dia belum bisa menyebutkan satu per satu khasiat dari tanaman itu. Di pertengahan perjalanan tepatnya di Alas Gople, ada satu tumbuhan lumut yang menyita perhatian kami. Menurut Harianto lumut tersebut merupakan salah satu tumbuhan yang bisa untuk ramuan obat. Tanaman itu selalu menempel di pohon. Warnanya hijau keputihan.

“Yang saya tahu lumut itu bisa berfungsi untuk obat masuk angin,” ujarnya sembari mengambil lumut yang ada di salah satu pohon.

Memang, siapa sangka bahwa lumut yang sering diabaikan itu ternyata bisa untuk obat. Tetapi bentuk lumut itu tak seperti kebanyakan lumut di tempat yang mengandung banyak air. Justru lumut itu seperti tanaman yang hanya berupa akar yang menempel di pohon. Jika kering warnanya putih keabuan.

Tak jauh dari lumut itu, terdapat satu tanaman yang selama ini dikenal dengan istilah parijata. Bunganya merah muda. Berbentuk bulat dengan jumlah banyak. Menggantung pada tangkai-tangkai kecil membentuk kerucut terbalik.

Untuk tanaman jenis ini, memang sudah sangat terkenal. Bahkan salah satu air terjun di lereng Wilis pun dinamakan Parijoto. Air terjun yang terletak di Desa Pamongan tersebut memang memiliki legenda yang masih terkait dengan ramuan yang berasal dari bunga eksotis ini.

Dahulu ada banyak tanaman parijoto di sekitar air terjun tersebut. Bahkan sampai ada orang dari luar daerah yang mengumpulkannya untuk dijadikan ramuan obat. Namun tepat di atas air terjun, tanaman yang di bawa tersebut semuannya jatuh, hingga akhirnya warga setempat mengabadikan dengan menamakan air terjun itu Parijoto.

Sementara di sejumlah daerah, selain baik bagi ibu hamil, buah Parijoto juga berkhasiat sebagai penambah kesuburan. Hal ini karena buah Parijoto mengandung antioksidan yang tinggi. Dari penelitian menyebut, jika memiliki antioksidan tinggi, dipastikan tanaman tersebut ampuh untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Juga sangat cocok bagi penderita kolesterol. Selain itu selama ini oleh warga sekitar Parijoto juga dikenal sebagai obat diare dan pencegah sariawan.

Dari sejumlah sumber, masih banyak lagi tumbuhan di Gunung Wilis yang memiliki khasiat sebagai tanaman obat. Bahkan salah satu perusahaan jamu tradisional yang terkenal pun mengambil bahan pokoknya di Gunung Wilis.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia