Minggu, 19 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Jagongan Forkompimda: Diskusi Tentang Potensi Desa

20 Desember 2018, 19: 58: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

diskusi forkompimda

GAYENG: Direktur Jawa Pos Radar Kediri Tauhid Wijaya (kanan) saat menjadi moderator Jagongan Forkompimda. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Pemkab menggelar acara bertajuk Jagongan Forkopimda, kemarin sore (18/12). Bertempat di Pendapa Pemkab Kediri, acara tersebut dimanfaatkan untuk saling bertukar pikiran dan bersinergi mengembangkan potensi desa.

“Saya siap jual desa,” tegas Agus Joko Susilo, kepala Desa Jambu, Kecamatan Kayenkidul dengan yakin.

Itulah pengantar yang disampaikan Agus kepada peserta jagongan bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), kemarin sore.

Tak sendirian, ikut hadir kepala desa wisata lainnya. Yaitu Kades Joho, Kecamatan Semen Deddy Saputra, dan Kades Medowo, Kecamatan Kandangan Sujarwo. Tiga desa yang pernah meraih predikat terbaik pada Anugerah Desa ini memberikan paparan tentang pengembangan potensi desa mereka.

Hadir pada kesempatan ini Bupati Haryanti Sutrisno, Wakil Bupati Masykuri, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal, Kajari Kediri Subroto, Ketua Pengadilan Negeri Kediri Putut Tri Sunarko. Juga mengikuti acara kepala dinas, camat, kepala desa  (Kades) dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno menyampaikan komitmennya untuk mendorong inovasi di desa-desa. Oleh karenanya, pihaknya mengadakan acara tersebut agar bisa berdiskusi. “Mewujudkan desa inovatif untuk menyukseskan pembangunan yang berkelanjutan,” terang Bupati Haryanti dalam sambutannya.

Menjadi moderator dari diskusi santai tersebut adalah Direktur Jawa Pos Radar Kediri Tauhid Wijaya. Sebagai pengantar, Tauhid mengungkapkan bahwa membangun negeri dari desa sesuai dengan konsep nawacita Presiden Joko Widodo. Salah satunya dengan mengembangkan sektor wisata yang ada di masing-masing desa.

“Pariwisata menjadi wadah besar untuk segala aspek untuk berbagai sektor bisa masuk. Saling menopang dan saling menguntungkan,” ujarnya. Lebih lanjut, kades sangatlah berperan untuk bisa menggandeng berbagai sektor tersebut.

Ia pun kemudian memberikan kesempatan kepada Kades Jambu, Kecamatan Kayenkidul Agus Joko Susilo. Tidak bisa dipungkiri bahwa Agus adalah sosok utama dibalik berbagai inovasi di desanya.

Dengan tangan dinginnya, Desa Jambu disulap menjadi destinasi wisata yang menjanjikan. Mulai dari wisata edukasi hingga keberhasilannya mengubah sungai kotor menjadi destinasi menarik. Tak hanya itu, Agus mengaku siap mengembangkan dan “menjual” desanya untuk menjadi destinasi wisata.

Ada pula Kades Joho, Semen Deddy Saputra yang memaparkan potensi desanya. Ia juga mengedepankan wisata yang bertema alam di tempatnya. Salah satunya sebagai destinasi wisata outbound. Bahkan tak jarang tempatnya menjadi kunjungan outbound dari luar daerah.

Kades Medowo, Kecamatan Kandangan Sujarwo juga menyampaikan hal yang sama. Di tempatnya, ia juga mengembangkan destinasi wisata berbasis alam. Ia mengeksplor keindahan dan potensi lereng Gunung Anjasmoro. Salah satunya dengan potensi durian dan tempat wisata kopi.

Setelah perwakilan kades, Tauhid mempersilakan Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal memberikan pandangannya. Orang nomor satu di Polres Kediri tersebut mengungkapkan telah berkeliling di beberapa desa.

Roni mengaku mendukung eksplorasi desa menjadi destinasi wisata. Lebih lanjut, ia menegaskan pihaknya akan terus menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai bentuk dukungannya. “Karena tanpa adanya kamtibmas tidak mungkin wisatawan berminat untuk  berkunjung,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Subroto mengaku juga memiliki program keliling desa. Adapun program yang telah lama digagas pihaknya tersebut diberi nama Sambang Desa.

Dalam program tersebut, selain mengekplorasi berbagai potensi yang ada di desa, ada pula misi khusus yang diemban. Ia tidak ingin dengan dalih pembangunan, ada kades yang tersangkut masalah hukum. “Kita ingin menciptakan pembangunan di Kabupaten Kediri tanpa ada pelanggaran hukum,” tegasnya.

Acara diskusi itu sendiri selesai sekitar pukul 17.30 WIB. Namun tidak berhenti di sana, jajaran Forkopimda tersebut berkeliling untuk memantau kamtibmas. Rombongan dipecah menjadi beberapa kelompok yang menuju beberapa titik di Kabupaten Kediri.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia