Senin, 20 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Jelang Natal dan Tahun Baru, TPID Sidak Harga di Pasar Tradisional

20 Desember 2018, 19: 39: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

natal dan tahun baru

AMBIL DATA: Kepala BI Djoko (kiri), Kadisdag Yetty (3 dari kiri) dan Kepala BPS Ellyn Brahmana (3 dari kanan) berdialog dengan pedagang daging di Pasar Pahing. (Ramona Valentin - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Ibarat siklus tahunan, harga-harga barang mulai merangkak naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun, kenaikan harga kali ini dianggap wajar. Masih kalah tajam bila dibandingkan kenaikan dalam moment yang sama tahun lalu.

Kesimpulan itu didapat oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Tim tersebut kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional. Yaitu di Pasar Setonobetek dan Pasar Pahing.

“Ini (sidak, Red) memang mendadak (direncanakan) tadi pagi. Tapi saya memang sudah ingin cek kondisi pasar,” ucap Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto, yang ikut dalam rombongan TPID.

Djoko pula yang mengungkapkan bila harga-harga di pasar masih tergolong normal. Tidak ada lonjakan harga yang perlu dikhawatirkan. Walaupun ada kenaikan harga tapi masih dalam batasan wajar. Demikian pula bila ada penurunan harga, juga masih dalam taraf kewajaran.

Djoko menyarankan kepada warga agar tidak sekadar melihat harga dari November ke Desember. Tapi sebaiknya membandingkan harga dari Desember di tahun lalu.

Djoko juga memberi komentar tentang kondisi di pasar tradisional yang terlihat lengang saat sidak kemarin. Menurut Djoko, kondisi sepi itu tak bisa jadi acuan menyebut lesunya pasar. “Ini kan tanggal tua. Jadi daya beli masyarakat turun. Pasar (jadi) sepi. Pedagang juga tidak menaikkan harga jual,” terang lelaki yang kemarin mengenakan baju bermotif batik ini.

Sambil berjalan menuju los daging, Djoko mengatakan beberapa pasokan bahan pokok juga stabil. Seperti telur ayam, daging, beras, minyak, gula, dan beberapa bahan pokok lainnya.

Sependapat dengan Djoko, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdag) Yetty Sisworini pun mengatakan hal yang sama. “Kalau perubahan harga pasti terjadi menjelang tahun baru. Namun tidak ada perubahan harga yang bikin kita galau. Masih wajar,” dalihnya.

Perubahan harga terbut diakuinya mengalami kecenderungan naik. Namun setelah disidak, ternyata terdapat komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan harga. Perempuan yang mendata langsung saat sidak ini juga mengungkapkan bila TPID sedang menyoroti harga komoditas telur ayam dan beras. Untuk telur ayam mengalami peningkatan permintaan untuk pembuatan kue. Sedangkan beras disoroti karena sedang tidak mengalami musim panen namun tetap dibutuhkan mayarakat. “Kami lakukan sidak untuk stabilitas harga bahan pokok. Untuk langkah lain yang sedang kami laksanakan adalah operasi pasar murni (OPM) di 46 kelurahan Kota Kediri,” terangnya.

Saat ini harga bahan pokok seperti telur senilai Rp 22 ribu hingga Rp23 ribu per kilogramnya. Lalu beras Bramo Rp 10.200 per kilogramnya, daging ayam Rp 32 ribu, daging sapi kisaran Rp 95 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogramnya.

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Ellyn T. Brahmana menganggap sidak tersebut sebagai salah satu langkah mengendalikan inflasi daerah. “Kita perlu tahu kondisi pasar. Peka terhadap harga jual dan ketersediaannya,” katanya.

Ia juga mengaitkan bila naik dan turunnya harga memiliki andil dalam laju inflasi suatu daerah. Inflasi ini nantinya dapat mengukur garis kemiskinan serta menghitung indeks pembangunan manusia (IPM).

Dari sidak yang dilakukan sejak pukul 08.00 ini,  TPID berharap agar harga di pasar tetap terjaga. Sekaligus bisa menahan laju inflasi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia