Kamis, 27 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Sportainment

Disbudparpora Gelar Paralympian Pelajar

20 Desember 2018, 19: 19: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

olahraga

KEJAR PRESTASI: Peserta saat mengikuti seleksi atlet lompat jauh dalam Paralympian Pelajar Kota Kediri yang digelar di Stadion Brawijaya. (Ramona Valentin - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA – Setelah ASEAN Paragames, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri terus menggali bibit atlet baru. Pasalnya, yang berkompetensi dan berprestasi sudah ditarik ke pusat sebagai atlet nasional. Melalui ajang paralympian pelajar, mereka membebaskan pelajar disabilitas dan inklusi unjuk kemampuan.

“Memang ini digelar untuk menemukan bibit-bibit baru atlet, karena sudah ada dua atlet dari Kota Kediri yang ditarik ke nasional dan internasional,” ungkap Kasi Infrastruktur dan Kemitraan Bidang Olahraga Disbudparpora Kota Kediri Merza Yona. Atlet tersebut adalah Nanda Mei dan Ryan Arda.

Maka disbudparpora dan National Paralympic Comite (NPC) mencari penerus keduanya. Merza memaparkan, ajang yang kali pertama di Kota Kediri setelah vakum selama 25 tahun ini terbuka bagi pelajar disabilitas dan inklusi se-Kota Kediri. “Kami juga berusaha mengidentifikasi bakat pelajar. Bisa saja dalam pelajaran lambat namun di bidang olahraga lebih jago,” imbuhnya sambil menyentuh medali yang akan diberikan pada pemenang paralympian.

Hal serupa diungkapkan Karman, ketua NPC Kota Kediri. Pihaknya memang butuh bibit baru untuk dilatih dan difasilitasi. Karena sejauh ini atletik Kota Kediri bagus. “Kami banggakarena ajang ini memberi wadah bagi pelajar disabilitas,” ungkapnya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri.

Paralympian yang digelar di Stadion Brawijaya (16/12) diikuti 67 pelajar. Mereka dari disabilitas rungu wicara, disabilitas grahita, disabilitas daksa upper, dan daksa lower. Lomba dimulai pukul 07.00. Cabang olahraga (cabor)nya, lari 50 dan 60 meter, lompat jauh, dan tolak peluru.

“Cukup menarik dan meriah, karena pesertanya banyak. Hadir juga keluarga peserta untuk mendukung saat pertandingan,” tutur laki-laki 52 tahun ini.

Untuk persiapan ajang bersama disbudparpora itu butuh waktu sekitar satu minggu. Dinas ini mendukung penuh dan memfasilitasi keseluruhan acara Pekan Paralympian Pelajar Kota Kediri.

Sementara itu, Ayu Fetris, salah satu peserta, mengaku bahagia. “Seneng banget, pengin ada lagi. Bisa lomba dan bertemu teman-teman dari sekolah lain,” ungkapnya sambil bertepuk tangan.

Ayu tidak menyangka event ini diikuti banyak peserta. Ia menegaskan, disabilitas juga memiliki kemampuan yang sama dalam bidang olahraga. Gadis disabilitas daksa ini berharap, paralympian ini terus diadakan untuk memfasilitasi dan mengapresiasi prestasi pelajar disabilitas dan inklusi Kota Kediri. “Seru banget walaupun persiapannya sedikit mepet dengan waktu pelaksanaan,” pungkasnya riang sambil berlari menuju tribun Stadion Brawijaya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia