Sabtu, 19 Jan 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Ciduk Ikan di Taman Sekartaji, Pelajar SMA Terciduk Satpol PP

19 Desember 2018, 22: 13: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

curi ikan

Curi Ikan di Taman Sekartaji (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA –  Ini yang namanya tertangkap basah. Bukan dalam arti kiasan. Tapi dalam makna yang sebenarnya. Benar-benar tertangkap saat dalam keadaan basah kuyup. Dua remaja yang masih pelajar SMA ini terciduk saat mencuri ikan. Ironisnya, S dan FA mencuri di kolam yang ada di Taman Sekartaji.

Ulah kelewatan itu dilakukan dua pemuda tersebut Selasa (18/12) dini hari kemarin. Keduanya konangan Satpol PP usai nyebur ke salah satu kolam di taman itu. Menyerok beberapa ikan besar dan kecil. Ikan-ikan jenis nila merah dan beberapa ikan kecil itu sebagian sudah dalam keadaan mati.

“Saat-saat seperti itu suasana di Taman Sekartaji memang sepi. Jadi itu dimanfaatkan oleh keduanya untuk mencuri ikan yang ada di kolam,” terang Kabid Trantibum Satpol PP Nur Khamid.

Kisah pencuri tertangkap basah itu berawal ketika satu regu satpol PP melakukan patroli rutin. Mereka melintas di dekat Taman Sekartaji. Waktu seperti itu taman benar-benar sepi. Penjaga parkir pun tak ada. Sebab, parkir sudah tutup sekitar pukul 23.00 WIB.

Nah, saat itulah anggota satpol melihat gerak-gerik mencurigakan dari dua pemuda. Mereka kedapatan berada di dalam salah satu kolam. Ketika didatangi, dua remaja itu baru saja keluar dari air. Kondisinya masih basah. Di tangan mereka ada serok ikan. Di dalamnya terdapat empat ekor ikan dalam ukuran besar dan empat ekor lagi masih kecil-kecil.

Ternyata, dua remaja itu benar-benar tertangkap basah! Keduanya baru saja mengambil ikan di kolam itu. “Ketika ditanya alasannya hendak dijadikan makan untuk acara bakar-bakar (ikan),” terang Nur Khamid.

Keduanya tentu saja langsung dibawa ke kantor Satpol PP yang tak jauh dari lokasi. Tentu bersama ikan-ikan hasil jarahan. Dari delapan ekor yang mereka ambil, empat di antaranya sudah dalam keadaan mati. “Oleh anggota (satpol) dimasukkan ke baskom sebagai barang bukti,” tunjuk Nur Khamid pada wadah tanggung yang tergeletak di lantai kantor satpol.

Sekitar pukul 08.00 WIB, kedua orang tua dari para pelaku t datang. Ditemani oleh ketua RT masing-masing. Pihak satpol memang sengaja memanggil para orang tua tersebut.  

Selain itu, wakil dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) juga hadir. Dari kedua belah pihak sudah menyatakan damai dan tidak membawa masalah pencurian ini ke jalur hukum.

Namun pihak satpol menekankan kepada orang tua pelaku agar memberi perhatian khusus kepada anaknya. Agar tak mengulangi lagi perbuatannya. “Perhatian khusus kepada seluruh masyarakat juga agar tidak melakukan tindakan yang serupa. Karena ikan yang berada di kolam taman bukan untuk dikonsumsi secara pribadi,” tandas Nur Khamid.

Ya, benar saja. Bisa dibayangkan seperti apa jadinya kolam di Taman Sekartaji bila semua warga kota ikutan memanen ikan-ikan nila merah itu. Apalagi, ikan-ikan itu memang sudah besar. Dan sangat mengundang selera.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia