Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Politik
Tentang Pemanfaatan Pasar Setonobetek

Wali Kota Ingin Lantai Dua Berfungsi Maksimal

16 Desember 2018, 18: 25: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

pasar setonobetek

UNTUK RAKYAT: Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat berkunjung ke gedung baru blok A Pasar Setonobetek usai peresmian. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Salah satu proyek adalah gedung baru Blok A Pasar Setonobetek. Setelah satu tahun terjadi polemik pembagian lapak, akhirnya salah satu gedung yang ada di pasar terbesar di Kota Tahu itu bisa ditempati.

Meski dalam perencanaan awal gedung tersebut akan diresmikan awal tahun. Namun hal tersebut belum bisa direalisasikan dan ditunda. Penundaan tersebut akibat dari belum terselesaikannya pembagian lapak yang ada. Hingga akhirnya, sejumlah solusi pun dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dan juga Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jayabaya.

Alhasil pada 18 Oktober, Wali Kota Abdullah Abu Bakar bisa meresmikan gedung baru Pasar Setonobetek itu. Meski bangunan dua lantai itu tampak lebih bersih dan nyaman, masih ada satu hal yang mengganjal. Itu terkait pembagian tempat berdagang. Makanya, wali kota pun memberi semangat pada pedagang. Terutama yang berjualan di lantai atas.

“Pedagang harus optimistis, jangan menyerah. Karena ini kan masih awal, yakin dengan usaha pasti nanti akan laris dan ramai pengunjung,” kata pria yang akrab disapa Mas Abu ini.

Memang hal tersebut masih dampak dari enggannya sejumlah pedagang menempati lantai atas yang dinilai kurang strategis. Namun dengan arahan Wali Kota, sejumlah pedagang yang ada itu bisa menerima apa yang disarankan.

“Yang terpenting dijalani dulu, meskipun mendapat bagian di atas,” imbuh Mas Abu saat menemui pedagang di lantai atas.

Bila nanti pedagang tidak cocok atau komplain terkait penempatan, Abu berharap, masalahnya bisa diselesaikan dengan internal pasar. Baik pedagang maupun dari PD Pasar. Pemkot berperan sebagai fasilitator.

Pada kunjungannya ke lantai dua, Abu sempat didatangi pedagang yang menyampaikan keluh kesahnya. Terutama mereka yang enggan ditempatkan di sana. Padahal blok A sudah dilengkapi fasilitas lift yang bisa dimanfaatkan maksimal.

Abu pun menekankan, pedagang dan PD Pasar memanfaatkan lantai dua dengan baik. “Ini jadi tugas PD Pasar dan pedagang, bagaimana bisa membuat ramai lantai atas ini. Karena kalau di Kota Kediri pasarnya dibuat satu lantai semua, itu tidak mungkin. Lahannya yang tidak ada,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Kediri Kholifi Yunon juga menyampaikan, sesulit apapun permasalahan selalu ada jalan keluar.  “Saya ingat saat kecil, Setonobetek ini pasar legendaris. Sebagai pasar legendaris dan terbesar di Kota Kediri, saya harap Setonobetek bisa meraih kejayaannya lagi,” urainya.

Terkait target pendapatan setelah ada gedung baru blok A, PD Pasar masih belum bisa menargetkan. “Untuk tahun ini masih belum bisa (menargetkan). Namun omzet tahun depan harus ada kenaikan,” papar Kepala PD Pasar Jayabaya Saiful Yazin. Saat ini target pendapatan Setonobetek sekitar Rp 2 juta per hari.

Menurutnya, target pendapatan asli daerah (PAD) dari seluruh pasar di Kota Kediri bisa tembus sekitar Rp 600 juta–Rp 630 juta. Dalam satu tahun, target 2018 adalah Rp 7,5 miliar. Setiap tahun meningkat Rp 200 juta -Rp 300 juta.

Untuk diketahui, total pedagang yang menempati blok A sebanyak 424 orang. Itu dengan 58 kios dan 140 los di lantai satu. Sementara untuk lantai dua, ada 70 kios dan 124 los. Sisanya ada 121 pedagang berjualan di bangunan semi permanen selatan gedung. Mereka adalah penjual daging. Dalam rencana jangka panjang, gedung baru di Pasar Setonobetek bakal ditambah lagi. Mulai dari blok B hingga D.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia