Minggu, 25 Aug 2019
radarkediri
icon-featured
Politik
Wawancara Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar

Kota Kediri Sambut Pembangunan Bandara dan Jalan Tol

Fokus Tingkatkan Sumber Daya Manusia

16 Desember 2018, 18: 03: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

wali kota kediri

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Sepanjang 2018 ini, Kota Kediri banyak berbenah. Sejumlah pembangunan pun terselesaikan tahun ini. Mulai pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di setiap sudut kota, selesainya blok A Pasar Setonobetek, hingga proyek prestisius Jembatan Brawijaya. Apa saja yang menjadi prioritas? Berikut wawancara eksklusif Jawa Pos Radar Kediri dengan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Sebenarnya, apa yang sangat penting dalam perkembangan Kota Kediri ke depan?

Kita sebenarnya lebih banyak untuk mengejar ketertinggalan di sektor pendidikan dan kesehatan. Karena memang pada prinsipnya kita merespon sejumlah rencana pembangunan di sekitar Kota Kediri.

Salah satunya adalah respon pembangunan bandara. Artinya ketika bandara itu terbangun, besar harapan saya, banyak warga Kota Kediri ini dengan sumberdaya manusia yang tinggi ini bisa terserap di sana juga. Harapan saya, kalau sumber daya manusianya tinggi, turunan dari bisnis bandara ini bisa ditangkap oleh anak-anak milenial Kota Kediri.

Kenapa SDM dianggap sangat penting?

Rata-rata kalau ada pembangunan bandara, maka daerah di sekitarnya berkembang pesat. Contohnya Bali, karena sumber daya manusia yang kurang, sehingga orang dari luar kota seperti Jakarta dan Bandung memanfaatkan kesempatan itu. Akhirnya orang dari luar kota itu yang memiliki bisnis turunan di sekitar bandara. Sebagian besar di luar daerah seperti itu. Maka saya tidak mengharap itu terjadi di Kediri. Kita harus bisa memaksimalkan sumber daya manusia yang ada.

Seperti mempersiapkan anak muda untuk nantinya bisa menjadi staf untuk bandara, karyawan hotel, memiliki bisnis travel ataupun tiket. Harus kita pahami juga setelah bandara dibangun maka bisnis turunannya juga akan berjalan. Nah bisnis turunannya ini yang harus kita ambil andil. Yang punya orang Kediri.

Langkah apa yang sudah dsiapkan untuk meningkatkan sdm tersebut?

Anak-anak muda telah kami siapkan agar bisa lancar bahasa Inggris dengan english massive. Bahkan sejak usia dini. Terlebih dari data badan pusat statistik (BPS), sdm yang ada rata-rata sudah hampir masuk jenjang D-III. Ini sesuai data BPS. Otomatis untuk mencari sdm yang jenjangnya lulus SMA akan semakin mudah di Kota Kediri.

Sementara untuk pembangunan di barat sungai, apa yang telah disiapkan?

Dengan rencana adanya exit tol di Maron, Banyakan, nanti arahnya juga pasti akan ke Kota Kediri. Pihak kota juga harus merespon dan menganalisa dampak yang terjadi. Di Kota Kediri, seperti yang telah kami sampaikan ke Gubernur, bahwa di Mrican jembatannya harus dibangun. Karena dua sisi jembatan itu, antara barat dan timur bukan milik kota.

Kalau ada bandara nanti pasti arusnya padat, dan kita harus menyiapkan solusi-solusi untuk mengatasi itu semua. Salah satunya adalah membuat jalur tembus, jalur lingkar, dan juga membangun jembatan Mrican. Namun saat ini kita masih dalam tahap kajian akademis. Termasuk pembangunan ringroad, kalau sudah jadi ringroad sebaran ekonominya pasti bagus.

Sebagai smart city, apa yang sedang disiapkan Kota Kediri?

Sebenarnya yang paling utama persiapan kota ini adalah ke sumber daya manusia, fasilitas-fasilitas perniagaan di tengah kota, bentuk kebijakan, perbaikan sistem pemerintahan, termasuk menyambut pelayanan online.

Tidak lama lagi insyaallah seluruh kelurahan sudah memakai sistem online. Termasuk kecamatan, juga akan terkoneksi dengan pemkot dan juga warga. Warga yang mau mengurus surat dan segala macamnya jika ingin online ya online, yang mau datang sendiri ya bisa dan tetap dilayani.

Seperti orang yang bekerja di kantor dan sibuk tidak bisa mengurus surat ke kelurahan. Itu bisa memanfaatkan sistem pelayanan online. Tinggal pesan dan besoknya bisa diambil di kelurahan. Semua itu akan berjalan 2019. Tahun ini kita sudah rekrutmen tenaga IT untuk kelurahan dan kecamatan. Kita cari petugas IT yang tinggal di wilayah kota.

Pelayanan di Pemkot Kediri ini sudah 80 persen berubah, tinggal 20 persen termasuk kita buat masterplan smart city. Itu menjadi target kinerja wali kota. Smartcity itu, di Indonesia ada 5 level, Kota Kediri ada di level 3. Untuk mencapai level tertinggi, kita dorong menjadi level 5. Nanti untuk komplain dan lain sebagainya melalui sistem. Pasti dikerjakan di suara warga.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia