Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik
Ndalem Pojok

Rumah Masa Kecil Proklamator RI di Kediri Jadi Cagar Budaya

Upaya Pemkab Menjaga dan Melestarikan Sejarah

16 Desember 2018, 17: 40: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

soekarno

PENUH KENANGAN: Pohon kantil, yang jadi saksi masa kecil Bung Karno, di halaman Ndalem Pojok. (M Arif Hanafi - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Pemkab Kediri membuktikan kepeduliannya terhadap warisan budaya dan sejarah. Terbaru, mereka meresmikan situs Persada Bung Karno di Ndalem Pojok, Wates, sebagai cagar budaya.

Soal cagar budaya itu tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 188.45/360/418.08/2018. Dengan demikian situs itu resmi menjadi cagar budaya tingkat kabupaten.

Soal penetapan Ndalem Pojok sebagai cagar budaya itu dibenarkan oleh Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri Krisna Setiawan. Menurutnya hal tersebut adalah sebuah bentuk kepedulian dari Pemkab Kediri.

ndalem pojok

CAGAR BUDAYA: Ruangan tengah Ndalem Pojok. (M Arif Hanafi - radarkediri.id)

“Kami (Pemkab, Red) memang konsen dengan sektor pariwisata, budaya, dan seni,” ujarnya kemarin.

Keputusan tersebut juga diambil dengan alasan untuk melindungi situs tersebut. Selain itu, pemkab juga ingin menekankan bahwa tidak hanya pariwisata saja yang menjadi perhatian. Tapi juga situs peninggalan sejarah. Oleh karena itulah, situs Ndalem Pojok ditetapkan dalam cagar budaya. Selain itu, dengan menjadi situs cagar budaya, Ndalem Pojok akan lebih terlindungi lagi.

Tak hanya menetapkan menjadi cagar budaya saja, pemkab juga memiliki rencana jangka panjang. Salah satunya adalah mengajukannya menjadi situs cagar budaya tingkat nasional. “Kami berharap situs cagar budaya bisa terus dilestarikan. Terawat dan menjadi kebanggaan masyarakat,” harapnya.

Berdasarkan keterangannya, pemkab sejatinya telah lama merumuskan situs tersebut menjadi cagar budaya. Namun, untuk menetapkan tidak bisa serta-merta. Perlu proses dan tahapan yang harus dilalui. Selain itu, juga perlu payung hukum yang jelas.

Dalam menetapkan suatu situs menjadi cagar budaya harus dilakukan oleh pihak yang berkompeten. “Untuk menelitinya kami mempunyai tim ahli cagar budaya (TACB),” ungkap Krisna.

Tim tersebut terdiri dari gabungan beberapa ahli cagar budaya. Anggota TACB tersebut adalah Eko Ediyono, Sigit Widiyatmoko, Damas Danur Rendra, dan Nonuk Kristina. Mereka merupakan pakar dalam bidang cagar budaya. Ada pula TACB provinsi Jatim yaitu Doktor Blasius. Keahlian mereka tidak perlu dipertanyakan. Semuanya bersertifikat.

Ke depan pemkab mengaku akan melakukan sosialisasi. Adapun hal tersebut dilakukan selain untuk promosi juga pengenalan kepada masayarakat.

Kabar menggembirakan tersebut disambut positif oleh Ketua Harian Situs Persada Bung Karno di Ndalem Pojok Kushartono. Pasalnya, telah lama pihaknya memimpikan situs tersebut bisa dimasukkan menjadi cagar budaya. Menurut pengakuannya, sejak 2013 silam perjuangan tersebut mulai dirintis.

Pria yang akrab disapa Pak Kus itu menekankan pentingnya situs tersebut dalam perjalanan sejarah Bung Karno. Selain itu, ia tidak ingin sejarah yan telah tertoreh dilupakan begitu saja. “Seperti apa yang diucapkan Bung Karno, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap banyak agar situs tersebut bisa menjadi cagar budaya nasional. “Kita sebagai warga Kediri harus terus menjaga dan ikut melestarikannya. Bagaimanapun juga, situs ini adalah salah satu nilai lebih dari Kediri,” pungkasnya.  

 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia