Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Kaya Keanekaragaman Hayati (3)

Ketinggian 600 MDPL, Kacang Tumbuh Subur

14 Desember 2018, 18: 34: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

kacang

UTAMA: Nyomina, petani lereng Wilis, memilah kacang tanah saat panen di lahannya, kemarin. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Kacang tanah menjadi komoditas pertanian yang jamak ditemui di dua desa lereng Wilis, Joho dan Pagung, keduanya di Kecamatan Semen. Bahkan sebagian petani menanamnya di dalam hutan.

Lazimnya, kacang tanah bagus bila ditanam di daerah berketinggian 0-500 meter dari permukaan laut (mdpl).  Namun, jenis tanaman itu ternyata subur pula ketika ditanam di dataran tinggi yang lebih dari 600 mdpl. Seperti di desa-desa Kecamatan Semen misalnya. Di Pagung, Kanyoran, dan Joho, tanaman ini jadi tanaman utama para petani.

“Kebanyakan warga di sini menanam kacang tanah,” ujar Wagito, 47, petani dari Desa Pagung.

Padahal, di atas 500 mdpl, biasanya kacang tanah tidak akan tumbuh optimal. Tapi hal itu berbeda dengan di desa-desa di atas. Kelembapan tanah yang pas dan sumber air yang bagus membuat kacang tanah pun tumbuh subur. Para petani jarang gagal panen.

Dinginnya suhu di daerah dataran tinggi Desa Pagung, Desa Joho, dan Desa Kanyoran juga tidak membuat ukuran dan panen kacang tanah ini menjadi buruk. Menurut Kades Pagung Supriadi panen kacang tanah di Kecamatan Semen salah satu yang terbaik.

Wagito menambahkan, suhu di lereng Pegunungan Wilis yang cenderung dingin, dan lembab tidak membuat kualitas kacang tanah menurun. Dengan catatan bahwa vegetasi tanah yang cocok dan kerapatan jarak antara tanaman kacang tanah dengan tanaman lain di hutan pas. Ditambah lagi dengan sinar matahari yang cukup.

Hal serupa juga berlaku untuk petani yang menanam kacang tanah di hutan. Kondisi dingin dan kelembaban udara tak terlalu berpengaruh. Asalkan sinar matahari masih bisa menjangkaunya.

Lalu, sejak kapan para petani di daerah ini memanfaatkan kacang tanah sebagai tanaman utama? Menurut Wagito, hal itu tak diketahui dengan pasti. Sebab, sepengetahuannya, mereka sudah mulai bercocok tanam sejak lama. Sejak zaman nenek moyang mereka tanaman kacang tanah sudah menjadi pilihan utama warga.

Manfaat lain, selain untuk diperjualbelikan, tanaman kacang tanah bisa jadi makanan ternak. Khususnya yang tidak bisa dipanen. Selain bisa menjadi makanan ternak, kacang tanah yang gagal panen akan dihancurkan lagi. Kemudian ditanam di lokasi lahan. Menjadi pupuk yang menyuburkan lahan tersebut.

“Selain itu kacang yang kompong (tak berisi, Red) bisa menjadi lalapan atau menu makanan warga,” jelasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia