Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Kaya Keanekaragaman Hayati (2)

Pakis, Bisa Jadi Obat hingga Lalapan

14 Desember 2018, 18: 13: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

wilis

SUBUR: Salah satu jenis tanaman Pakis. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Salah satu tanaman yang banyak tumbuh liar di hutan Wilis adalah pakis. Salah satu tanaman paku-pakuan ini memang tipikal tumbuhan tropis yang hidup subur di dataran tinggi.

Lembabnya udara dan bentuk tanah yang tinggi di sekitar hutan di Pegunungan Wilis adalah habitat bagus bagi tanaman pakis. Sekaligus menjadi tanaman khas bagi daerah hutan seperti Wilis.

Memiliki nama latin diplazium esculentum, sekilas bentuk tumbuhannya mirip dengan daun-daunan yang tumbuh menyebar. Tumbuhnya juga di sembarang tempat. Lebih sering menempel di batang-batang pepohonan. Juga pada bebatuan di hutan tropis basah.

Bagi warga lereng Wilis, pakis punya fungsi penting bagi kehidupan mereka. Seperti warga di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo. Mereka seolah tidak bisa lepas dengan tanaman ini. Menurut Sudiro, 51, sudah sejak dulu warga memanfaatkan tanaman tersebut. “Mulai dari obat hingga dijadikan lalapan atau makanan,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan bahwa di hutan banyak terdapat tumbuhan jenis pakis. Namun tidak sembarang pakis bisa dicabut dan digunakan untuk konsumsi sehari-hari. Dari sekian pakis yang tumbuh liar, ada satu jenis yang bisa dikonsumsi. Yaitu jenis pakis sayur.

Diro kemudian menunjuk pada banyaknya tumbuhan pakis di sepanjang jalan di pintu masuk kawasan Wisata Irenggolo. Biasa menempel di batang pinus atau tumbuhan lain. Tapi Diro menegaskan bahwa itu bukan pakis sayur. “Harus jeli, karena bentuknya hampir mirip,” ingatnya.

Untuk mengetahui apakah pakis tersebut bisa dikategorikan sebagai pakis sayur yang bisa dikonsumsi sebenarnya cukup gampang. Orang hanya harus jeli dengan ujung daun yang melingkar dan tergulung dari tumbuhan tersebut.

Bagi warga sekitar sudah bisa membedakan jenis pakis yang bisa dimakan atau tidak. Karena tumbuhan pakis sayur ini juga dijadikan salah satu kuliner unggulan di Dusun Besuki, Desa Mojo.

Ia menjelaskan bahwa jenis pakis sayur yang dapat digunakan untuk menjadi bahan makanan adalah jenis pakis sayur yang masih muda. Ujung daunnya berwarna hijau muda yang masih layak dikonsumsi.

Jenis pakis sayur ini masih banyak ditemui di dalam hutan. Sedangkan di area pintu masuk atau di kiri atau kanan sepanjang jalan sudah jarang ditemui. “Kemungkinan karena diambil dan dikumpulkan untuk dimasak atau dijual oleh orang,” imbuhnya.

Memang tumbuhan pakis sayur tidak termasuk flora yang dilindungi oleh Perhutani. Karena pakis sayur bukan tumbuhan yang dibudidayakan di sekitar Lereng Wilis. Tumbuhan ini berkembang secara liar.

Sudiro juga menjelaskan peminat masakan dari pakis sangat banyak. Karena itu, pengunjung wisata yang ingin mencicipi sayuran itu harus pesan terlebih dulu.

“Karena kalau dicabuti sekarang dalam jumlah yang banyak, dan tidak habis dijadikan makanan, akan mengerut dan tua. Sehinga tidak bisa dihidangkan lagi,” imbuhnya.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia