Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Terbakar Lagi...Terbakar Lagi

Perbaikan Jembatan Lama Hanya Tambal Sulam

13 Desember 2018, 12: 44: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

jembatan lama

DIPERBAIKI: Jembatan lama Kediri usai terbakar. (Septyayu - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Kebakaran kembali terjadi di jembatan lama Brawijaya, Selasa malam (11/12). Diduga kebakaran dipicu percikan api rokok pengendara yang melintasi jembatan.

Awalnya, api tersebut diketahui oleh anggota Dinas Perhubungan (Dishub) yang sedang berjaga di Taman Brantas. Melihat ada seperti kobaran api di sisi selatan, petugas langsung mencoba menghubungi Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Kota Kediri. “Kemarin, (Selasa, Red) kejadian sekitar pukul 18.00 WIB,” ujar Kabid Trantibum Satpol PP Nur Khamid.

          Sempat kesulitan untuk memadamkan api, karena titik api sulit untuk dijangkau. Serta angin yang kencang di sekitar Sungai Brantas. Jembatan lama juga sempat ditutup dari dua sisi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

          Sekitar 30 menit berselang dengan menyemburkan air ke arah jembatan yang terbakar, api bisa dipadamkan oleh anggota PMK Kota Kediri. Untuk menjaga kondusivitas, jalan juga masih ditutup saat proses pembasahan agar tidak ada sisa bara api yang masih menyala.

          Nur Khamid menjelaskan bahwa seharusnya para pengguna jalan mengerti akan bahaya saat berkendara dengan merokok, dan membuang puntung rokoknya secara sembarangan. “Padahal juga sudah ada papan larangan dilarang membuang puntung rokok, harapannya agar para pengguna jalan mematuhi rambu dan papan yang ada,”keluhnya. Harapannya agar kejadian yang merugikan serta berpotensi mengganggu ketentraman dan ketertiban umum seperti kebakaran bisa dicegah.

Seringnya terjadi kebakaran itulah yang memantik perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri. Seperti diungkapkan anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Ayub Wahyu Hidayatullah. “Kami rencanakan untuk hearing dengan PU (Dinas Pekerjaan Umum) terkait persoalan tersebut,” tegas Ayub.

Menurutnya, selain kesadaran beberapa masyarakat, pemerintah juga dinilai harus berperan aktif dalam menjaga agar jembatan lama tidak cepat mengalami kerusakan. Menurutnya, pemeliharaan jembatan termasuk tambal sulam aspal yang ada. Karena selama ini jembatan lama juga kerap berlubang.

“Saya akan usulkan awal Januari dibahas bersama DPRD. Kita akan prioritaskan masalah tersebut,” terangnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri.

Ayub berharap, jangan sampai kejadian serupa terulang lagi. Sebab, itu sangat membahayakan bagi warga yang melewati jembatan lama.

Untuk diketahui, meski nantinya akses utama akan dialihkan ke jembatan baru Brawijaya, namun jembatan lama masih dipergunakan. Tidak akan begitu saja jembatan yang terbuat dari rangka besi tersebut ditutup total.

Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Endah Setiyowati menyebut bahwa jembatan yang berusia lebih dari satu abad itu terbakar karena kayu dasar sebagai rangka di bawah jembatan dalam kondisi kering.

Selain kayu bagian bawah, papan untuk pejalan kaki pun juga kering.“Hal ini disebabkan selain kayu yang sudah lama dan kering, juga karena musim kemarau yang berkepanjangan,” ujar Endah.

Endah sangat menyayangkan kejadian kebakaran tersebut. Terlebih jembatan lama ke depan akan diajukan sebagai warisan cagar budaya nasional. Tentunya selain dari pemerintah, ia juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kelestarian jembatan tersebut.

 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia