Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

CPNS Kediri: Sedikit yang Nilainya 300

12 Desember 2018, 17: 11: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

NILAI: Peserta tes CPNS melihat nilai usai mengikuti SKB kemarin.

NILAI: Peserta tes CPNS melihat nilai usai mengikuti SKB kemarin. (ANDHIKA ATTAR - JPRK)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Hari ini menjadi puncak seleksi kompetensi bidang (SKB) perekrutan CPNS di Convention Hall SLG. Di puncak itu giliran tes untuk tuan rumah, Kabupaten Kediri.

Dan, dari tes di hari sebelumnya, ternyata sangat sedikit yang nilainya mencapai 300 dari nilai maksimal 500. Rata-rata di bawah itu.

Seperti yang dicapai Mei Lutfitasari. Warga Desa/Kecamatan Gandusari, Trenggalek itu hanya mendapatkan nilai 290. Menurut Mei, dia kaget karena soal yang dikeluarkan tak hanya membahas tentang formasi yang dia lamar saja. Ia sendiri melamar menjadi perawat.

“Soalnya juga membahas terkait kesehatan secara umum,” ujarnya setelah melaksanakan ujian sesi ketiga Kabupaten Trenggalek kemarin.

Hal senada juga disampaikan oleh Resti Septina, peserta asal Desa Sambirejo, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Perempuan 25 tahun tersebut juga mengaku bahwa soalnya juga tidak hanya berfokus pada satu bidang saja. Kebetulan ia melamar sebagai guru di salah satu SD di Trenggalek.

Resti mengaku hanya mendapatkan nilai sebesar 220 poin saja. “Ada pula soalnya fisika yang ditanyakan. Saya sudah lupa materinya,” akunya.

Koordinator SKB Zona Kediri Wahana membenarkan fenomena peserta yang mayoritas mendapatkan nilai 200-an itu. Dia menegaskan sejatinya tidak ada masalah bahwa peserta mendapatkan nilai berapa pun. Pasalnya tidak ada passing grade yang ditetapkan dalam pelaksanaan SKB tersebut.

Hanya saja, nilai tertinggi nantinya akan diranking oleh Panselnas. Sehingga apabila peserta mendapatkan nilai kurang memuaskan efeknya adalah terkait diterima atau tidaknya menjadi PNS.

Meskipun begitu, tidak berarti yang mendapatkan nilai dan peringkat tinggi dalam SKB akan otomatis lolos. Yaitu nilai SKB akan digabungkan dengan nilai seleksi kompetensi dasar (SKD).

“Baru setelah perumusan tersebut dapat diketahui siapa saja yang akan lolos,” ungkapnya saat di temui di convention hall SLG kemarin. Lebih lanjut, bobot untuk tes SKB dan SKD tidaklah sama. Adapun untuk hasil dari tes SKB berbobot 60 persen. Sedangkan bobot untuk SKD 40 persen.

Terkait soal, ia juga mengamini banyak peserta yang menganggap pertanyaannya kurang sesuai dengan yang dipelajari. Namun, ia menilai bahwa soal yang diujikan sudah sesuai dan mewakili dari formasi itu sendiri.

Hari ini adalah jadwal dari Kabupaten Kediri untuk menggelar SKB. Sebanyak 863 peserta yang akan mengikuti. Mereka dibagi dalam tiga sesi.

Pemkab Kediri berharap para peserta dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tak hanya persiapan dari segi belajarnya saja, melainkan juga dari mental peserta sendiri.

“Faktor psikologis juga cukup tinggi pengaruhnya. Oleh karena itu, mental juga harus disiapkan,” ujar Pelaksana Tugas (plt) Kepala Diskominfo Kabupaten Kediri Krisna Setiawan.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia