Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Jelang Natal, Harga Cabai Merah Melambung

11 Desember 2018, 15: 34: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

cabai merah

MELAMBUNG: Cabai merah di pasar. (HABIBAH A. MUKTIARA – radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA – Menjelang hari Natal dan Tahun Baru 2019 komoditas cabai merah naik Rp 2 ribu per kilogramnya. Kenaikan tersebut baru terjadi sejak Sabtu sore (8/12).

“Hari ini (Sabtu sore) cabai merah naik, langsung Rp 2 ribu sekilonya. Sebelumnya Rp 24 ribu sekilo,” ungkap Yatun, pedagang sayur dan rempah Pasar Setonobetek, Kota Kediri.

Dia mengakui, kenaikan secara tiba-tiba. Menurut perempuan yang sudah berdagang selama delapan tahun ini, kenaikan bahan makanan jelang hari besar adalah hal biasa. Bahkan hingga pergantian tahun nanti diprediksi harga bahan makanan berpotensi naik.

Saat ditanya apakah kenaikan harga tersebut kerena pasokan sedikit? Pedagang ini hanya menggelengkan kepala.“Tidak sedikit, tapi berkurang iya. Mungkin belum panen lagi. Kalau naik harga nggak selalu karena pasokan menipis,” jelasanya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri.

Hanya, pasokan yang tersedia rawan untuk busuk bila musim hujan. Sehingga ketahanannya saat dijual tidak selama saat musim panas. Sedangkan dari sisi permintaan diakuinya stabil. Setiap hari selalu terdapat konsumen yang membeli cabai merah. Baginya yang juga ibu rumah tangga, cabai merah salah satu kebutuhan pokok. Dan selalu dibutuhkan untuk memasak. Wajar bila kenaikan harga mulai berlangsung. Konsumen tetap membeli cabai merah.

“Mungkin belinya aja yang dikurangi. Kalau biasanya sekilo, jadi cuma setengahnya saja,” imbuhnya sambil menimbang cabai merah. Ibu dua anak ini pun menceritakan bila kenaikan bahan pangan tidak hanya pada cabai merah. Melainkan hampir seluruh sayuran dan bahan pokok lainnya.

Masih di lokasi yang sama, Murnanto, yang juga berdagang sayur dan rempah. Kenaikan harga menjelang hari-hari besar adalah sesuatu yang wajar. “Sudah biasa sih naik kalau mau akhir tahun. Tapi memang pasokannya akhir tahun biasanya berkurang. Karena bukan musim panen,” tuturnya. 

Diakuinya sebagai pedagang eceran yang kerap mengambil barang di pasar grosir. Bila di pasar grosir pun sudah mengalami kenikan harga. Untuk mensiasatinya, sebagai pedagang eceran. Ia tiadk mengambil barang dalam jumlah besar. Agar tidak membusuk dan rugi.

Sementara itu, Sartini, pembeli cabai merah, sedikit mengeluh. “Sembarang-mbarang munggah (Apa-apa naik),” ungkapnya. Kenaikan harga cabai merah cukup terasa bagi Tini. Diakuinya bila ia kerap membuat sambal untuk menu makan di rumahnya.

Kenaikan harga cabai merah ini juga diakui Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Ellyn T. Brahmana. “Kita perlu waspada, bukan panik. Terhadap ketersediaan bahan makanan karena stok barang dan permintaan,” ujarnya.

Ellyn mengakui bila bahan makanan berpotensi naik menjelang pergantian tahun dan hari besar. Dampak yang ditimbulkan kenaikan harga bahan makanan, nantinya mendukung naiknya harga pada makanan matang. “Harapannya harga bahan pokok, bahan makanan di Desember ini bisa kembali stabil,” pungkasnya sambil tersenyum.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia