Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Ragu Penyimpanan, KPU Belum Distribusikan Kotak Suara

09 Desember 2018, 14: 14: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

kotak suara pemilu

MODEL BARU: Komisioner KPU Eka Wisnu memeriksa kondisi kotak dan bilik suara yang kini terbuat dari kertas karton. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Banyak perubahan dalam Pemilu 2019 nanti. Terutama untuk bilik dan kotak suara. Kedua logistik pemilu tersebut berbeda dibanding pemilu sebelumnya. Tak lagi terbuat dari logam. Melainkan dari kertas karton tebal.

Untuk kotak suara juga diberi mika transparan. Membuat isi kotak bisa terlihat dari luar.

Karena dari karton, dua logistik itu hanya sekali pakai. Tak lagi bisa digunakan bebeberapa kali seperti sebelumnya. Namun, lebih efisien. Terutama dalam penyimpanan.

“Bisa dilipat-lipat. Jadi tidak memakan tempat,” ujar Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi Program dan Data Eka Wisnu Wardhana, kemarin.

Wisnu membandingkan penyimpanan bilik dan kotak suara pemilu sebelumnya. Karena tak bisa dilipat maka butuh tempat luas untuk menyimpannya. Beda dengan logistik pemilu dari kertas karton yang bisa dilipat. Membuatnya lebih ringkas dan tidak memakan tempat terlalu luas.

“Karena hanya sekali pakai, tidak ada biaya perawatan yang dikeluarkan. Lebih hemat biaya,” tambah Wisnu.

Selain hemat dalam perawatan, juga lebih murah dalam pengiriman. Karena tak memerlukan kendaraan yang terlalu besar saat pendistribusian nanti.

Meskipun begitu, bukan berarti logistik tersebut tidak ada kendala. Yang paling harus diperhatikan adalah teknik penyimpanan. Karena terbuat dari kertas karton benda-benda itu akan mudah rusak jika pennyimpanan tidak baik. Saat disimpan harus dibungkus plastik terlebih dulu. Tidak bisa bersentuhan langsung dengan lantai.

Selain itu, KPU juga harus menyediakan obat antihama. Yang digunakan untuk menghadapi tikus dan semacamnya. Bahan yang dari kertas membuat benda itu rentan dimakan tikus.

Pertimbangan-pertimbangan di atas membuat KPU belum mendistribusikannya saat ini. Lembaga itu belum yakin standar penyimpanan di tiap wilayah sudah bagus. Mereka memilih menyimpannya di gudang milik KPU di Gogorante, Ngasem.

Sementara itu, kebutuhan bilik suara di wilayah Kabupaten Kediri diperkirakan mencapai 16.533 unit. Jumlah itu berdasarkan banyaknya TPS yang 5.511 titik. Di setiap TPS itu membutuhkan tiga bilik suara. Namun belum semua bilik suara telah datang. Baru ada 7.883 di gudang KPU Kabupaten Kediri.

Tak hanya bilik dan kotak suara saja, tinta dan segel untuk pemilu juga telah datang di KPU Kabupaten Kediri. Untuk total segel pemilu jumlahnya mencapai sekitar 574 ribu keping.

Menurut keterangannya, diubahnya kotak suara sekarang juga atas dasar semangat transparansi.“Semangatnya adalah keterbukaan dalam era demokrasi,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia