Sabtu, 19 Jan 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Adu Muka, Pengendara Terpental, Satu Tewas

09 Desember 2018, 14: 00: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

kecelakaan ngadiluwih

TUNJUK BUKTI: Anggota Polsek Ngadiluwih Aiptu Sutrisno menunjukan dua kendaraan yang terlibat kecelakaan. (HABIBAH A. MUKTIARA – radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN – Jalur trans-nasional Kediri Tulungagung kembali memakan korban. Dua motor terlibat kecelakaan hebat. Keduanya bertabrakan dari arah yang berlawanan. Akibatnya fatal. Satu orang meninggal dunia. Sedangkan pengendara lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kecelakaan maut itu tepatnya terjadi di Desa Wonorejo, Ngadiluwih. Korban yang meninggal adalah Sumarli, 64. Dia adalah warga Desa Blabak, Kandat, Kabupaten Kediri. Nyawanya tak tertolong setelah motornya bertabrakan dengan motor yang dikendarai Frevin Vanusky, 19. Pemuda ini adalah warga Desa Pelem, Campurdarat, Tulungagung. Dia mengendarai Honda Beat AG 4660 RAN. Saat itu dia tengah melaju dari ke arah Kota Kediri.

Semula perjalanan berjalan dengan lancar. Setidaknya sebelum keduanya tiba di lokasi kejadian. Karena masih pagi hari, dan jalanan sepi, Frevin melajukan kendaraan dengan kencang.

Saat yang bersamaan, dari arah yang berlawanan melaju sepeda motor Yamaha Jupiter Z dengan nomor polisi AG 6906 GD. Motor itu dikendarai Sumarli.

“Keduanya ketika kejadian, melajukan kendaraan dalam kondisi kencang,” ungkap Kapolsek Ngadiluwih AKP Shokib Dimyati.

Masing-masing kendaraan itu melaju terlalu ke tengah. Pada saat berdekatan, insiden pun tak terelakkan. Keduanya tak lagi bisa menghindar. Saat berada di depan MTs Raudlatul Tholabah kKedua motor terlibat dalam benturan keras dengan saling beradu muka. Begitu kerasnya tabrakan itu membuat keduanya terpental dari kendaraan masing-masing.

Warga yang berada di lokasi kejadian segera mendatangi kedua korban. Selain menolong ada yang melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngadiluwih. Polisi yang mendapat laporan segera meluncur ke lokasi. Mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Luka Sumarli paling banyak. Dia mengalami robek pelipis kanan dan kepala bagian belakang. Tangan kanannya juga patah tulang. “Sumarli sempat dirawat di RS Bhayangkara. Sebelum akhirnya meninggal,” terang Kapolsek Shokhib.

Sementara Frevin, luka yang diderita tak terlalu parah. Dia dilarikan ke RS Arga Husada, Ngadiluwih. Pemuda ini mengalami robek pelipis sebelah kiri. Untuk penanganan lebih lanjut, kini barang bukti berupa dua sepeda motor diamankan di Polsek Ngadiluwih.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia