Selasa, 26 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Tarif Cukai SKT dan SPT Dipatok Rp 100 Per Batang

08 Desember 2018, 14: 33: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

rokok

SATU HARGA: Cukai rokok. (RAMONA VALENTIN - Radar Kediri. JawaPos.com)

KEDIRI - Penyederhanaan cukai rokok (simplifikasi) terus berjalan. Pasalnya pada 2018 ini, rokok sigaret kretek tangan (SKT) dan sigaret putih tangan (SPT) golongan III sudah memiliki satu harga cukai, per batangnya Rp 100.

Kepala Seksi (Kasi) Layanan dan Informasi Bea dan Cukai Kediri Adiek Marga Raharja membenarkan hal tersebut. “Sudah terdapat perencanaan tertulis di peraturan Kementrian Keuangan. Bila nantinya terdapat satu harga pada satu golongan rokok,” ungkap Adiek.

Laki-laki ini juga menjelaskan, bila 2018 golongan III pada rokok sudah memiliki harga cukai senilai Rp100 per batangnya. Padahal sebelumnya, golongan III masih dipecah lagi golongan 3A dan 3B. Dengan harga cukai Rp 80 per batang dan Rp 100 per batang. Saat ini harga keduanya sudah jadi satu golongan III saja.

Tindakan tersebut berdasarkan peraturan Kementrian Keuangan Nomor 146/PMK.010/2017 tentang tarif cukai hasil tembakau. Di dalamnya tertera rancangan jumlah layer yang berbeda hingga tahun 2021 mendatang. Layer atau struktur tarif cukai semakin ke depan semakin berkurang jumlahnya.

“Ya itu tadi, berkurang karena semakin sederhana. Bukan harga rokok mengerucut menjadi satu ya. Tapi mengerucutnya nanti per golongannya. Golongan satu, dua, tiga,” tegasnya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri.

Pada perencanaan peraturan tersebut dipaparkan pada 2019 nanti terdapat simplifikasi lagi pada sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM) golongan II. Adiek menjelaskan, perencanaan tertulis tersebut dapat berubah sewaktu-waktu. Berdasarkan kebijakan Kementrian Keuangan.

Untuk harga jual eceran (HJE) rokok SKT dan SPT golongan III. Paling rendah Rp 400 per batang. Sasaran simplifikasi ini pada perokok.  “Ya memang sasaran kita perokoknya, biar mikir lagi sebelum membeli karena harganya cukup mahal,” kata ayah empat anak ini.

Dia juga menjelaskan, simplifikasi ini merupakan tantangan bagi bea dan cukai. Sehingga mampu mengontrol konsumsi rokok di masyarakat. Namun harus tetap memenuhi target cukai yang ditetapkan setiap tahunnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia