Selasa, 26 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Takut Ketahuan, Sepasang Mahasiswa Cekik Bayi

07 Desember 2018, 13: 07: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

cekik bayi

bayi dicekik (Ilustrasi: Afrizal - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI  KABUPATEN – Dugaan polisi bahwa pelaku pembuangan bayi di Dusun Bukaan, Desa Keling, Kepung, adalah warga yang tak jauh dari lokasi menemui kebenarannya. Kemarin polisi sudah menangkap dua pelakunya. Sepasang kekasih. Salah satunya beralamat di Dusun Bukaan. Yaitu, AI,19, tersangka laki-lakinya.

Sedangkan tersangka perempuannya adalah LI, 18. Dia adalah mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Tulungagung. LI beralamat di Dusun Kasembon, Desa Dungus, Kunjang.

“Ketika kami interogasi pelaku mengaku telah membunuh bayi yang dilahirkannya,” jelas Kanit Pidum Reskrim Polres Kediri Iptu Roni Robi Harsono.

Polisi terlebih dahulu menangkap LI. Saat gadis itu berada di tempat kosnya di Tulungagung. Penangkapan berlangsung Selasa malam (4/12) sekitar pukul 19.00 WIB.

Keterlibatan AI dalam kasus ini juga berdasar keterangan LI. Polisi kemudian menangkap pemuda itu sekitar pukul 21.00 WIB. Penangkapan berlangsung di Jombang. Sebab, AI memang berkuliah dan menjadi santri salah satu pondok pesantren di Jombang.

“ Untuk penanganan lebih lanjut, lantaran keduanya pelaku, langsung diamankan di Polres Kediri,” imbuh Roni.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Jawa Pos Rada Kediri, AI melahirkan tanpa bantuan orang lain. Proses melahirkan itu berlangsung di kamar kos-kosan. Karena takut tangisan bayinya terdengar tetangga kos, LI gelap mata. Mencekik bayinya hingga meninggal.

Setelah sang buah hati tak bernyawa, LI memasukkannya ke dalam tas plastik. Kemudian ditempatkan di jok sepeda motor. Tapi LI pergi ke Jombang, tempat kekasihnya kuliah.

Oleh AI, jasad bayi dibawa pulang ke rumahnya. Dia kemudian mendapatkan ide mengubur bayi di pekarangan belakang rumah Sumarti. Di dekat rumpun bambu yang tumbuh lebat di pekarangan tetangganya itu.

Kecurigaan polisi pada AI mulai muncul saat hari penemuan bayi. Sebab, saat itu AI juga berada di lokasi. Padahal, selama ini dia berkuliah di Jombang. Setelah itu polisi pun sempat menanyai pemuda itu sebagai saksi. Berdasarkan keterangan saat menjadi saksi itulah polisi mulai memperdalam kecurigaannya. Salah satunya dengan mendatangi kekasih AI di Tulungagung.

Terkait dengan kasus itu, selain menangkap sepasang kekasih itu, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Yaitu dua unit sepeda motor, satu cangkul, dan satu seprei. LI pun terancam pasal 80 ayat (4) jo pasal 76 c UU RI No 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 53 KUHP atau pasal 340 KUHP atau pasal 341 KUHP Jo pasal  345 KUHP. Tuntutannya paling lama 15 tahun. Dengan denda sebesar Rp 3 miliar.

Sedangkan, AI akan dikenai pasal 80 ayat (3) atau pasal 340 jo 53 KUHP. Yaitu tentang melakukan kekerasan terhadap anak dan percobaan pembunuhan.

Penemuan bayi bermula ketika si pemilik pekarangan, Sumarti, hendak membuang sampah Senin (3/12) pagi. Dia melihat ada gundukan tanah di pekarangannya. Setelah digali dengan anaknya, Siti Khotimah, isi gundukan ternyata mayat bayi. Mereka kemudian melaporkan itu ke kepala dusun setempat.

Dari Tulungagung ke Kepung

- LI melahirkan di tempat kosnya di Tulungagung.

- Usai melahirkan dia mencekik bayinya hingga meninggal.

- LI memasukkan mayat ke jok motor. Membawanya ke tempat kekasihnya mondok di Jombang.

- AI membawa mayat ke kampungnya. Kemudian mengubur di pekarangan tetangganya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia