Minggu, 19 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Indeks Pembangunan Manusia Kota Ini Lebihi Jatim dan Nasional

07 Desember 2018, 12: 43: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

kediri

UNGGUL: Gerbang masuk Kota Kediri. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KOTA- Upaya Pemkot Kediri meningkatkan kualitas warganya menunjukkan hasil signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kota ini meningkat tinggi. Melebihi IPM di Jatim, bahkan nasional.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) IPM Kota Kediri mencapai 77,13 pada 2017. Padahal, di level Jatim IPM-nya pada angka 70,27. Sedangkan IPM Nasional 70,81. Menjadikan Kota Kediri masuk lima besar dalam IPM tertinggi di Jatim. Di bawah Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Madiun, dan Sidoarjo.

Kondisi tersebut disambut gembira oleh Wali Kota Kediri Abdulah Abu Bakar. Menurutnya hal itu merupakan buah dari pembangunan di sektor pendidikan. Serta dampaknya bakal mengarah pada peningkatan perekonomian di Kota Kediri.

“Untuk mendorong perekonomian di Kota Kediri kami akan meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) nya,” kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

SDM ini menurutnya bisa berawal dari sektor pendidikan. Wali kota yang karib disapa Mas Abu itu mengungkapkan, salah satu pengembangan adalah melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Yang menjadi prioritas dalam pembangunan pendidikan. Untuk membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu.

“Tujuannya agar mereka tidak putus sekolah,” ujarnya.

Ia menyebut, PIP menjadi salah satu faktor mempercepat peningkatan IPM Kota Kediri. Tak hanya IPM, untuk kesalehan sosial anak pun dijaga dengan baik. Selain itu, rata-rata lama sekolah di kota ini juga berada di angka 9,9. Sedangkan angka harapan sekolah senilai 14,50.

Abu menjelaskan, sebesar 23 persen dari APBD Kota Kediri disusun untuk pendidikan. Di Kota Tahu juga terdapat 22 sekolah inklusi yang bertujuan untuk meratakan pendidikan yang berkeadilan. Selain itu, ada pula kelompok belajar bagi anak-anak jalanan yang putus sekolah.

“Saya yakin dengan anggaran tinggi yang kita investasikan untuk SDM (sumber daya manusia, Red) bisa membawa kita lebih maju dari daerah lain,” tegasnya.

Abu berharap, pemerintah pusat bisa memiliki program yang dapat mendorong peningkatan IPM. Pasalnya, saat ini daerah juga dihadapkan pada persaingan global. Supaya siap bersaing dalam persaingan global, menurut orang nomor satu di Kota Tahu ini, Kota Kediri memiliki program English Massive.

Kegiatannya berupa kursus bahasa Inggris gratis. Pelaksanaannya diadakan oleh warga di setiap rukun warga (RW). Saat ini, telah ada 6.000 warga Kota Kediri yang mengikuti program tersebut. Mereka belajar speaking atau berkomunikasi bahasa Inggris dengan baik.

“Rata-rata orang Indonesia kalah bersaing di bahasa asing, untuk itu kita beri pelatihan speaking bahasa Inggris. Dengan cara ini pendidikan lebih baik dan lebih maju lagi,” tandasnya.

Kenaikan IPM Kota Kediri ini juga disambut positif oleh Kepala BPS Kota Kediri Ellyn T. Brahmana. Dalam seminar tentang IPM beberapa waktu lalu Ellyn menyebut peningkatan yang dicapai Kota Kediri adalah suatu prestasi.

“Kenaikan Kota Kediri ke posisi 5 ini sudah luar biasa,” ujarnya.

Berpatokan dari hasil terkini itu, tidak menutup kemungkinan bahwa di 2018 bisa meningkat ke nilai yang lebih tinggi lagi. “Kalau memungkinkan, kenapa kita tidak mencapai angka 80,” tegasnya.

Dalam hal ini, Ellyn menyebut bahwa pemkot harus lebih berperan aktif dalam menyukseskan keberhasilan IPM ini. Tentunya sinergi dengan masyarakat juga sangat dibutuhkan. IPM sendiri menunjukkan suatu indikator sejauh mana masyarakat punya suatu kebebasan memilih sendiri pilihannya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Untuk daya beli masyarakat, sangat dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi. Di sini menurut Ellyn, pemerintah juga harus meningkatkan daya beli dengan cara menekan inflasi dan meningkatkan ekonomi. Mengurangi pengangguran serta menekan kemiskinan.

Sementara pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian, Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Kediri Edi Darmasto menegaskan bahwa ketiga komponen tersebut sangat penting dalam pengaruhnya terhadap IPM. Terutama untuk kesehatan dan pendidikan yang merupakan pelayanan dasar seseorang.

“Komponen ekonomi juga penting, karena kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Edi memaparkan untuk upaya peningkatan IPM harus ada komitmen dari semua pihak, terutama pejabat di lingkungan Kota Kediri. Mulai dari Walikota, kepala dinas, kepala OPD, harus sungguh-sungguh dalam melakukan belanja pembangunan dengan baik.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia