Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Dipanah dan Dipalu di Pesantren: Polisi Selidiki Tempat Kerja Korban

04 Desember 2018, 15: 33: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

BARANG BUKTI: Anak panah yang diamankan polisi.

BARANG BUKTI: Anak panah yang diamankan polisi.

Share this          

KEDIRI KOTA – Polisi terus mencoba mengurai kasus penganiayaan yang menimpa Suprapto, kepala gudang distributor minyak. Termasuk menelisik saat warga Desa Bogem, Gurah, Kabupaten Kediri itu berada di tempat bekerja sebelum kejadian. Apakah dia bekerja sendiri atau ada rekannya yang lain.

Hal tersebut dilakukan polisi untuk menyusun rangkaian peristiwa sebelum Suprapto diserang oleh dua orang misterius di jalanan Lingkungan Kwangkalan, Kelurahan Tempurejo, Pesantren, Jumat (30/11). Beberapa fakta pendukung itu akan sangat penting untuk mengurai kasus yang hingga kemarin masih misterius itu.

Polisi sendiri hingga kemarin belum bisa mengambil kesimpulan. Baik itu terkait motif ataupun siapa kemungkinan yang menjadi pelaku penganiayaan. “Masih dalam proses penyelidikan,” elak Kapolsek Pesantren AKP Paidi Sadiarto saat ditanya Jawa Pos Radar Kediri.

Menurutnya, selain menggali informasi di tempat kerja korban, polisi juga mengorek keterangan dari anak Suprapto. Sebab, yang melapor ke Polsek Pesantren adalah sang anak. Dari keterangan dan bukti-bukti yang mereka peroleh di lapangan, nantinya akan dicocokkan dengan keterangan korban.

dipanah

Aniaya Pesantren (Ilustrasi: Afrizal - RadarKediri.JawaPos.com)

Polisi bahkan belum berani memastikan apakah dua pelaku itu membuntuti korban atau menunggu di lokasi kejadian. Namun, polisi menduga kasus tersebut bukan pembegalan. Sebab, tidak ada barang korban yang dirampas atau dibawa kabur.

Diberitakan sebelumnya, Suprapto diserang oleh orang tidak dikenal. Ia mendapatkan luka tancapan anak panah di pinggang kanan. Juga robek di pipi kanan akibat dipukul dengan palu oleh pelaku yang masih misterius.

Saat kejadian korban sedang mengendarai motornya sendirian. Usai kerja dia pulang ke rumah dengan melewati jalan yang dikelilingi area persawahan. Tiba-tiba ia merasakan sakit di pinggang kanan. Kemudian berhenti di tepi jalan untuk memeriksa.

Saat itulah dia mendapati ada anak panah menancap di tubuhnya. Belum sempat sadar yang terjadi, tiba-tiba ada orang yang menanyakan kenapa berhenti. Dan disusul dengan pukulan ke arah pipi kanannya dengan menggunakan palu.

Setelah memukul Suprapto, pelaku misterius tersebut melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Menurut keterangan korban, pelaku dua orang, berboncengan. Sedangkan Suprapto dengan menahan kesakitan meneruskan perjalanan pulang.

Sementara itu, kemarin Suprapto sudah diizinkan pulang dari rumah sakit. Untuk proses selanjutnya, polisi akan menjenguk Suprapto di rumahnya, di Desa Bogem, Gurah. Mengingat kondisinya masih belum pulih benar akibat luka-luka yang diderita.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia