Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Inilah Rencana Pengembangan Barat Sungai Kediri

02 Desember 2018, 13: 34: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

perempatan mrican

POTENSI EKONOMI: Simpang empat Mrican difoto dari udara. Kawasan tersebut berpotensi menjadi kekuatan ekonomi baru saat bandara dan jalan tol terealisasi. (M ARIF HANAFI - RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KOTA - Pembangunan kawasan barat Sungai Brantas menjadi faktor penting saat ini. Karena bisa berpengaruh pada persebaran kawasan ekonomi Kota Kediri. Karena itu, kalangan dewan mendesak agar pemkot semakin serius menindaklanjuti rencana ini.

Menurut anggota Komisi C Ayub Wahyu Hidayatullah, kawasan ekonomi di barat sungai nanti tak mengesampingkan konsep yang ada selama ini. Yaitu barat sungai sebagai kawasan pendidikan. Karena itulah pemkot dituntut bisa melakukan inovasi. Agar kawasan pendidikan tidak terganggu dengan aktivitas ekonomi yang diperkirakan bakal segera meningkat.

“Perkembangan ekonomi di Kota Kediri utamanya barat sungai tidak hanya naik saja, tetapi diprediksi bakal melompat ke level yang jauh lebih tinggi,” ujarnya mengingatkan.

Pelonjakan itu tentu saja karena dua proyek besar yang segera direalisasikan di barat sungai. Yaitu proyek bandara di wilayah Grogol, Kabupaten Kediri. Serta pembangunan jalan tol Kertosono-Kediri.

Langkah yang bisa diambil menurutnya adalah mengutamakan pembangunan jalur lingkar yang sudah lebih dari 10 tahun dicanangkan oleh pemkot. Hingga kini rencana itu belum bisa terealisasi. Keberadaan jalan lingkar ini akan memiliki banyak keuntungan. Selain bisa mengurangi jumlah kendaraan besar yang selama ini masuk di pusat kota, juga untuk menghindari risiko kecelakaan pelajar. Karena selama ini kecelakaan terjadi karena banyaknya kendaraan yang berlalu lalang di kawasan pendidikan.

Tak hanya itu, pemerataan pembangunan juga bisa terjadi. Selama ini pembangunan banyak berpusat di daerah kota. Dengan jalan lingkar itu, pembangunan bisa diarahkan ke daerah yang dilewati jalur lingkar tersebut.

“Kalau ada jalur lingkar, pasti daerah pinggiran Kota Kediri bisa lebih maju. Karena perekonomiannya juga akan ikut terangkat,” jelasnya.

Ayub menyarankan pemkot segera melakukan koordinasi lintas daerah. Tidak hanya dengan Pemkab Kediri saja. Namun juga dengan pemerintah provinsi dan Pemerintah Pusat.

Koordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait peningkatan jalan provinsi ke jalan nasional. Sementara dengan Pemkab Kediri dan Pemprov Jatim terkait dengan pembangunan jembatan di daerah Mrican menuju Jongbiru.

“Untuk jembatan Mrican kalau bisa tidak di lokasi awal, namun membuat akses baru di sebelahnya,” saran Ayub.

Jalur itu adalah yang tidak lagi melewati jalur PG Mritjan. Namun membuka jalan baru di daerah Kelurahan Dermo. Hal ini juga untuk mengantisipasi agar kendaraan bisa dialihkan melalui jalur di luar PG.

Pengembangan kawasan barat sungai utamanya daerah Mrican ini tentunya dalam menyambut pembangunan tol dan bandara. Sementara untuk pembangunan jembatan baru dari Mrican ke Jongbiru untuk mengurangi beban jembatan Semampir yang selama ini banyak dilalui kendaraan berukuran besar.

Untuk diketahui, sejumlah rencana Pemkot Kediri dalam membangun kawasan barat sungai tersebut tidak terlepas dari persiapan jelang pembangunan bandara dan tol dari pemerintah pusat. Namun hingga kini semua rencana pembangunan tersebut masih dalam tahap kajian.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia