Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Berangkat Sekolah, Siswa MAN 1 Tewas Terserempet Bus

30 November 2018, 13: 11: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

kecelakaan

DIAMANKAN: Yuda Pradana, kernet bus dan bus Harapan Jaya yang terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di Ngadiluwih. (Munif Nur Haikal – RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Kecelakaan maut terjadi di Kabupaten dan Kota Kediri, kemarin. Di Jalan Raya Kediri-Tulungagung, tepatnya di Desa/Kecamatan Ngadiluwih, Mohammad Aziz Muntaha, 18, siswa MAN 1 Kota Kediri, meninggal setelah motornya terserempet bus.

Sedangkan di Kota Kediri, Indon Indiasari, 52, pengendara motor, tabrakan dengan mobil pikap di Jl Mayor Bismo, Kelurahan Semampir. Terluka parah di kepala, perempuan ini meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit (RS) DKT Kota Kediri.

Kecelakaan di Ngadiluwih terjadi sekitar pukul 06.45. Sebelumnya, Aziz mengendarai sepeda motornya, Yamaha Mio AG 2599 RA, perjalanan sekolah. Dia berangkat dari rumahnya, Dusun Menang, Desa/Kecamatan Kras. Itu dari arah selatan menuju Kota Kediri. Semula perjalanan aman dan lancar.

Sampai di Jalan Raya Ngadiluwih, siswa kelas XII ini berniat mendahului bus Harapan Jaya AG 7167 US. Kendaraan itu dikemudi Sutjipto, 55, warga Desa Semarum, Kecamatan Durenan, Trenggalek. Namun, Aziz mendahului dari sisi kiri.

“Karena jarak terlalu dekat kendaraan roda dua itu tersenggol bagian samping kiri bus dan terjatuh,” ujar Kasihumas Polsek Ngadiluwih Aiptu Anwar Sanusi.

Karena celah jalan sempit, menurutnya, saat mendahului posisi motor berada di bahu jalan yang tak beraspal. “Apalagi aspalnya kan agak tinggi, jadi pengendara kesulitan mengendalikan motornya,” papar Anwar.

Menurut Yuda Pradana, 23, kernet bus asal Desa Sumberdadi, Kecamatan Bakung, Blitar, sepeda motor sempat selip bannya. Sehingga pengendaranya jatuh dan terpental ke arah bus.

“Bisa dilihat tidak ada goresan sedikit pun di badan bus,” katanya. Waktu itu, jumlah penumpang bus sekitar 60 orang. Meninggal di TKP, jenazah Aziz dibawa ke RS Arga Husada, Ngadiluwih. Pihak keluarga korban memakamkannya sekitar pukul 10.00 WIB kemarin.

Sementara itu, tabrakan motor Honda Vario S 5840 OH yang dikendarai Indiasari terjadi saat menyeberang di Jalan Mayor Bismo. Waktu itu, sekitar pukul 04.30 WIB. Motor dari arah selatan. “Kendaraan melaju di bagian timur jalan, melawan arah,” ujar Kanitlaka Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Yuliana Plantika.

Ketika menyeberang ke arah barat itulah, pada saat bersamaan melaju pikap yang dikemudi Suhadi, 35, warga Ngunut, Tulungagung.      Karena jarak terlalu dekat, kecelakaan tidak bisa dihindari. Padahal Suhadi sudah berusaha mengerem dan banting setir.

Indiasari yang terluka segera dibawa ke RS DKT. Sayang, tak mampu bertahan. Polisi mengamankan barang bukti motor di mako satlantas. “Pikapnya (bernomor polisi AG 9355 RG) diamankan di terminal lama Tosaren,” imbuh Plantika.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia