Minggu, 25 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Inilah PR Sekda Baru Kediri

29 November 2018, 17: 49: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

sekda dede

SIAP KERJA: Dede Sujana saat pelantikan. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Banyaknya posisi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang kosong harus menjadi perhatian bagi Sekretaris Daerah (Sekda) Dede Sujana. Dia didorong mengatasi kondisi tersebut. Sebab, kekosongan kepala OPD membuat kinerja pemerintahan menjadi tak efektif.

“Sesegera mungkin harus segera diisi kekosongan tersebut,” desak Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FPKB) Mundhofir.

Mundhofir mengakui bahwa wewenang pengangkatan kepala OPD merupakan hak bupati. Namun, dia berharap sekda yang baru ini bisa mendorongnya. Memberi masukan kepada bupati agar segera mengganti kepala OPD yang masih pelaksana tugas (plt) dengan yang definitive.

Politikus ini menilai, jika hanya dipimpin seorang plt, kinerja OPD tersebut akan kurang maksimal. Penyebabnya, seorang plt lazimnya kurang berani mengambil keputusan strategis dengan cepat.

Padahal, keputusan strategis yang tidak bisa diambil dengan cepat akan berimbas kepada program kerja OPD tersebut. “Kalau plt kan semuanya serba dikonsultasikan,” kritiknya.

Menurutnya, banyak kandidat yang bisa diproyeksikan untuk menjadi pemimpin sebuah OPD. Karena itu dia menyayangkan proses atau sistem pengangkatan kepala dinas yang dinilai relatif terlalu lama.

Selain mendorong pengisian kepala OPD, Mundhofir juga melihat ada pekerjaan besar lagi bagi Sekda Dede. Yaitu harus bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, potensi PAD di Kabupaten Kediri sangat besar. Sayangnya, selama ini yang tergali belum sesuai harapan.

“Hal itu juga perlu mendapatkan perhatian khusus dengan besarnya potensi PAD yang ada. Agar kontribusi ke pemda bisa lebih meningkat lagi,” dorongnya.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya perencanaan sehingga bisa lebih efisien. Dengan begitu, serapan anggaran dari tiap OPD dapat terjadi dengan maksimal.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Antox Prapungka Jaya. Ia juga menyoroti tentang plt kepala OPD. Dengan status plt, perencanaan dan eksekusinya menjadi kurang maksimal. Seorang plt hanya bisa melaksanakan namun tidak merencanakan.

“Tentu ini akan menghambat proses pembangunan yang ada di Kabupaten Kediri. Semoga sekda yang baru lebih intensif untuk berkomunikasi dengan bupati terkait (status) plt tersebut,” harapnya.

Antox menambahkan, sekda juga merupakan ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Oleh karena itu, ia juga berharap agar sekda dapat memaksimal pengawasan terhadap semua OPD.

Pengawasan tersebut termasuk terkait serapan anggaran yang dinilai masih rendah. “Kalau perlu, sekda harus berani untuk mengurangi anggaran OPD yang serapannya rendah tersebut,” tegasnya.

Dia juga berharap ada ruang yan lebih luas lagi kepada anggota dewan untuk mengkritisi atau memberi koreksi terkait anggaran. Ia tidak ingin koreksi atau kritisi yang diberikan anggota dewan hanya menjadi angin lalu. Pasalnya, anggota dewan adalah representasi dari rakyat.

“Bukan didengar saja, juga diharapkan harus bisa diimplementasikan dalam perencanaan anggaran,” pungkasnya.

Saran untuk Sekda Baru

1.     Dorong definitifkan OPD yang diisi plt.

2.     Meningkatkan pendapatan asli daerah yang potensial

3.     Meningkatkan perencanaan

4.     Meningkatkan serapan anggaran

5.     Transparansi anggaran

6.     Terbuka akan kritik dan koreksi terkait anggaran

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia